Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ERP TERINTEGRASI PADA KOPERASI SYARIAH UNTUK OPTIMALISASI PENILAIAN KELAYAKAN KREDIT, KEPATUHAN SYARIAH, DAN MANAJEMEN RISIKO BERBASIS SLIK OJK Sufyaldy; Suherman; Muhammad Shaleh; Karkhi Mirza Kavari; Hasnawati; Mawardi Kudin
DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication DiJITAC, Vol 6 No.2, April 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/fhz0az18

Abstract

Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), khususnya Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT), memiliki peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Namun, eksistensi dan operasional entitas ini kerap dihadapkan pada kendala fragmentasi sistem informasi, tingginya angka pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF), serta ketidakpatuhan terhadap standar pelaporan akuntansi dan regulasi pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi sebuah platform sistem informasi terintegrasi berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) khusus untuk KSPPS. Pengembangan sistem ini mengadopsi kerangka kerja Design Science Research Methodology (DSRM) yang disinergikan dengan pendekatan User-Centered Design (UCD). Platform ERP yang dibangun menggunakan lingkungan kerja ERP (modul tipd_koperasi) dengan arsitektur Model-View-Controller (MVC) yang menjembatani dualisme fungsi BMT, yakni fungsi komersial (Tamwil) dan fungsi sosial (Maal). Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengotomatisasi siklus akuntansi syariah berdasarkan standar PSAK 106, menghitung rasio tingkat kesehatan koperasi sesuai regulasi Kementerian Koperasi dan UKM, serta menyediakan instrumen mitigasi risiko pembiayaan melalui algoritma credit scoring internal yang terintegrasi secara konseptual dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Intervensi teknologi ini memberikan implikasi manajerial berupa efisiensi operasional, eliminasi bias subjektif dalam persetujuan kredit, dan peningkatan transparansi tata kelola lembaga keuangan mikro syariah.