This Author published in this journals
All Journal Abnauna
Miftah Sya’bani Imama
Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Problem Solving Bermedia Math Wheel untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas 1 MI Al-Hidayah Banjarejo Muhammad Nasrul Waton; Vivi Afbrifani; Miftah Sya’bani Imama
Abnauna: Jurnal Ilmu Pendidikan Anak Vol. 5 No. 02 (2026): Juli
Publisher : Prodi PGMI Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/jurnalilmupendidikananak.v5i02.4652

Abstract

Model pembelajaran dan media pembelajaran adalah salah satu komponen penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran problem solving dengan media math wheel adalah salah satu model dan media pembelajaran yang dapat membantu memberi pemahaman konsep pengurangan matematika dalam menyelesaikan perhitungan dalam soal cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 1 dengan penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas model Kurt Lewin dengan pendekatan kualitatif. Penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel ini dilakukan dengan 2 siklus setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil dari penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel ini terbukti berhasil dan dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa hal ini dibuktikan dengan hasil pada siklus I  rata-rata kemampuan berhitung siswa 73,8 dengan presentase ketuntasan kemampuan berhitung sebesar 55 %. Hasil ini meningkat pada siklus II menjadi 82, 8 dengan presentase ketuntasan kemampuan berhitung siswa menjadi 100%. Kelebihan dari penerapan model pembelajaran problem solving dengan media math wheel adalah siswa menjadi lebih aktif, berinisiatif, dan bertanggung jawab. Kekurangannya adalah memerlukan alokasi waktu yang lama dan tingkat kesulitan dalam menentukan suatu masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir kelas fase rendah.