Rohman, Nur
Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PERSPEKTIF MANAJEMEN MUTU TERPADU STUDI KASUS DI SDUT BUMI KARTINI JEPARA Nur Rohman
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v14i2.625

Abstract

This study aims to describe the role of principals in improving the quality ofeducation perspective of total quality management concepts. This type ofresearch is the use of qualitative research. Jepara SDUT Bumi Kartini headof research subjects using interviews, observation, and documentation. The results showed that the head of SDUT Bumi Kartini Jepara has run aspectsof  Integrated Quality  Management  Concept among which are the First,the role as head of SDUT Bumi Kartini Jepara quality planning coordinationto the entire staff of   employees   and   also   the board  of  teachers  inconducting activities, involving all components, explains objectives to beachieved, forming  committees, monitoring and held meetings every want to do activities. Second, the role as head of quality control SDUT Bumi Kartini Jepara in  this  case are Ernawati, M.Pd undertaken an evaluation ofperformance, comparing actual performance with targets, holding monthlymeetings, specially in setting standards of performance, reward andpanishment, provides  guidance  to employees, asking for a report afteractivity and always provide motivation to Setaf council  employees  andteachers. Third, the role of quality   improvement   in this case the head ofSDUT Bumi Kartini Jepara conduct continuous improvement, conductsupervision per each semester, providing training and education to teachers and employees, held on the hour tutoring students outside of school  and work closely  with parents. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan perspektif konsep manajemen mutu terpadu. Jenis penelitian yang dipakai menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala SDUT Bumi Kartini Jepara dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan  bahwa  kepala SDUT Bumi Kartini Jepara  sudah menjalankan aspek-aspek Konsep Manajemen Mutu Terpadu  diantaranya  yaitu Pertama, peran  sebagai perencanaan  mutu  kepala SDUT Bumi Kartini Jepara melakukan koordinasi kepada seluruh staf karyawan dan juga dewan guru dalam melakukan kegiatan, melibatkan seluruh komponen, menjelaskan tujuan yang akan dicapai, membentuk panitia-panitia, mengadakan monitoring dan mengadakan melakukan kegiatan. Kedua, peran sebagai pengendalian mutu kepala SDUT Bumi Kartini Jepara dilakukan dengan mengadakan evaluasi kinerja,  membandingkan kinerja aktual dengan target, mengadakan rapat bulanan, menetapkan standar khusus dalam kinerja, memberikan reward dan punishment, memberikan arahan kepada pegawai, meminta laporan setelah kegiatan  dan  selalu memberikan motivasi kepada staf karyawan maupun dewan guru. Ketiga, peran sebagai perbaikan mutu dalam  hal ini kepala SDUT Bumi Kartini Jepara mengadakan perbaikan terus menerus, mengadakan supervisi setiap persemester, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada guru dan pegawai, mengadakan bimbingan belajar siswa pada jam luar sekolah dan bekerja sama dengan orang tua murid.
PENGARUH MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP BUDAYA KERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 1 MULYOHARJO Annisa Edna Nur Fitriani; Nur Rohman
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i2.1539

Abstract

The current reality of education in Indonesia shows that the leadership of school principals is often more administrative than inspirational, causing teachers' work culture to tend to be monotonous and less adaptive to the demands of the Independent Curriculum. This study aims to analyze the influence of principal leadership on teacher work culture in improving the quality of learning at SD Negeri 1 Mulyoharjo, Jepara Regency. A correlational quantitative approach was used with a sample of 10 active teachers through a 5-point Likert scale questionnaire (20 items: 10 for variable X, 10 for Y). Data analysis included descriptive statistics, Pearson Product Moment correlation test, and simple linear regression. The results show that the average principal leadership score is 4.32 (high category) and the teacher work culture score is 4.65 (very high), but there is a weak negative correlation (rxy = -0.4097; p=0.2397>0.05) with an influence of 16.8% (R²=0.168; Y=71.60-0.581X). The novelty of this study lies in the finding that in schools with a mature work culture, leadership acts as a situational facilitator (Fiedler's contingency theory, 1967), not a major determinant, in contrast to Burns' transformational theory (1978), which dominates Indonesian literature. Implications: Principals need to adopt the Hersey-Blanchard delegative style for professional teachers.
Peran Stakeholder dalam Pengelolaan Sarana Prasarana untuk Efektivitas Pembelajaran Arya Cakrabuwana; Muhammad Rozif; Isnatul Mukarromah; Nelly Ainun Muna; Vira Bela Octavia; Nur Rohman
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q64zrq30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran stakeholder dalam pengelolaan sarana dan prasarana sekolah melalui pendekatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Sarana dan prasarana merupakan komponen penting dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Melalui pendekatan MBS, keterlibatan berbagai stakeholder seperti kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan masyarakat menjadi faktor krusial dalam menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional, dengan pengumpulan data melalui angket dan wawancara terhadap 16 responden di MI Terpadu Ibnu Sina Jepara. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara peran stakeholder dan efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,754 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi aktif stakeholder dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas fasilitas pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan komunikasi, pelatihan, dan budaya kolaboratif di lingkungan sekolah guna mengoptimalkan peran stakeholder dalam pengelolaan sarana dan prasarana berbasis MBS.