Nia Melandari
Universitas Bina Sarana Informatika, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh ESG dan Kinerja Keuangan terhadap Return Saham pada Sektor Healthcare yang Terdaftar di BEI Tahun 2023-2025 Nia Melandari; Lady Diana Warpindyastuti; Dwi Puji Hastuti
Journal of Business Evolution and Economics Vol. 1 No. 02 (2026): JUNE ISSUE
Publisher : Journal of Business Evolution and Economics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Environmental, Social, Governance (ESG) dan kinerja keuangan terhadap return saham pada perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di BEI tahun 2023-2025. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Data yang dianalisis berupa data sekunder yang diambil dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan perusahaan, laporan harga saham, dan berbagai sumber literatur yang relevan. Variabel Environmental, Social, Governance (ESG) diukur menggunakan indikator pengungkapan berdasarkan Metric ESG dalam Panduan Pelaporan ESG Sistem Pelaporan IDX, dengan data yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Populasi penelitian berjumlah 41 perusahaan dengan sampel sebanyak 27 perusahan yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan uji regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS 26. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, kinerja keuangan juga mengindikasikan tidak berpengaruh terhadap return saham dan secara bersama-sama ESG dan kinerja keuangan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap return saham pada perusahaan sektor healthcare yang terdaftar di BEI tahun 2023-2025. Hasil tersebut menegaskan bahwa implementasi ESG dan kinerja keuangan belum menjadi determinan yang memengaruhi return saham pada perusahaan sektor healthcare selama rentang waktu penelitian. Hal ini dapat disebabkan oleh informasi ESG dan kinerja keuangan yang belum menjadi pertimbangan utama investor dalam pengambilan keputusan investasi, serta kondisi pasar yang lebih dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel.