Yashinta Kumala Dewi Sutopo
Lab. Perencanaan dan Perancangan Infrastruktur dan Transportasi, Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Zonasi Kawasan Pesisir Makassar Berbasis Mitigasi Bencana Christian Timang; Baharuddin Koddeng; Yashinta Kumala Dewi Sutopo
Jurnal Wilayah & Kota Maritim (Journal of Regional and Maritime City Studies) Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jwkm.v1i1.1200

Abstract

Currently, the coastal areas of Makassar damage caused by natural phenomena (sea level rise, erosion and sedimentation) and human activities (harvesting of mangroves and coastal development). The purpose of this study is to develop the concept of zoning in Makassar coastal area (Barombong Beach-CCC) based on disaster mitigation. Stage to achieve these objectives are: identify the characteristics associated with the level of Makassar coast disaster risk, disaster mitigation draft and provide mitigation based on the concept of zoning in the study area. This study was conducted by surveying and collecting qualitative and quantitative data using statistical data analysis techniques and analysis of disaster risks, and then discussed descriptively. The results of this study demonstrate the physical characteristics of the study area is relatively flat topography which is located at a height of 0-6 m above sea level , 0-2 % slope , landform morphology unit is an alluvial plain morphology resulting from Jeneberang River as a result of the deposition process, geological rock formed by deposition Jeneberang River sediment transport, soil type Inceptisol, bathymetric conditions to 4 nautical miles (Nautical miles) is 1.13 meters, the average tidal range between 31-0 meters below sea level, wave ranges 0.5 to 1 meter. Level disaster risk consists of two levels of risk are moderate (41%) and high risk levels (59%). The concept of disaster mitigation include Protection, Accommodation, Retreat and patterns, so that the concept of zoning-based disaster mitigation include protection zones, Zone Accommodation and Relocation zone.
Pengaruh Aktifitas Angkutan Peti Kemas terhadap Kapasitas, Muatan Sumbu Terberat dan Keamanan Jalan Ummu Kalsum Dzulhijjah M.; Moh. Yoenus Osman; Yashinta Kumala Dewi Sutopo
Jurnal Wilayah & Kota Maritim (Journal of Regional and Maritime City Studies) Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, University of Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jwkm.v1i2.1224

Abstract

Saat ini perekonomian di kota Makassar terus mengalami peningkatan, hal tersebut terlihat dari salah satu aktifitas perekonomian yang terus berkembang yaitu bongkar muat barang dengan sistem peti kemas. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui seberapa besar pengaruh aktifitas angkutan peti kemas terhadap kapasitas, muatan sumbu terberat, dan keamanan jalan Andi Pangerang Pettarani sebagai salah satu jalan arteri primer di kota Makassar yang juga berfungsi sebagai salah satu rute angkutan peti kemas. Dengan mengetahui pengaruh yang diberikan dari aktifitas angkutan peti kemas tersebut, evaluasi terhadap kinerja jalan dapat dengan mudah dilaksanakan dalam hal ini kaitannya dengan pengoperasian angkutan peti kemas. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka sasaran yang harus dicapai yaitu mengetahui korelasi antar variabel yang dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu besar pengaruh angkutan peti kemas terhadap kapasitas jalan adalah 0,2-0,3% yang diukur dari besaran volume kendaraan peti kemas yang melalui lokasi penelitian. Kemudian besar pengaruh aktifitas angkutan peti kemas terhadap muatan sumbu terberat jalan yaitu 23% kelebihan muatan dari standar muatan seharusnya sehingga hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan seperti kerusakan jalan. Serta pengaruh angkutan peti kemas terhadap keamanan jalan yang diukur dengan tiga indikator yaitu: kesesuaian standar, psikologis, dan tingkat kecelakaan dimana besar pengaruhnya diambil dari besar jumlah aktifitasnya di lokasi penelitian.