Budhi Setiawan
Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interpretasi Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Karakteristik Petrologi Dan Petrografi Batupasir Gampingan Dan Batuserpih Formasi Rambatan Daerah Bongas, Kecamatan Watukumpul, Pemalang, Jawa Tengah Hanisa Dean Syaputri; Budhi Setiawan; Dede Nurohim
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1347

Abstract

Formasi Rambatan merupakan satuan batuan sedimen berumur Miosen Awal–Tengah yang berkembang di Zona Serayu Utara, Jawa Tengah, dan dikenal sebagai bagian dari sistem sedimentasi laut dalam. Formasi ini didominasi oleh perselingan batupasir gampingan dan batuserpih yang diendapkan melalui mekanisme aliran gravitasi bawah laut, khususnya arus turbidit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petrologi dan petrografi batupasir gampingan dan batuserpih Formasi Rambatan di Daerah Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Metode penelitian meliputi pengamatan lapangan, analisis petrologi secara megaskopis, serta analisis petrografi menggunakan sayatan tipis batuan dengan mikroskop polarisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa batupasir gampingan memiliki karakteristik ukuran butir pasir halus, sortasi baik, kemas tertutup, serta tersusun oleh skeletal grain, kuarsa, feldspar, litik lempung, matriks mikrokuarsa, dan semen kalsit serta lempung. Berdasarkan klasifikasi Mount (1985), batupasir tersebut dikategorikan sebagai Allochemic Sandstone. Sementara itu, batuserpih menunjukkan dominasi matriks lempung dengan struktur laminasi dan kandungan karbonatan, serta diklasifikasikan sebagai Calcareous Mudrock berdasarkan Pettijohn (1975). Karakteristik litologi dan petrografi tersebut mencerminkan proses pengendapan laut dalam yang dipengaruhi oleh variasi energi dan suplai sedimen. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman karakteristik batuan dan sistem sedimentasi Formasi Rambatan di Zona Serayu Utara.
Studi Lingkungan Pengendapan Formasi Cimandiri berdasarkan Karakteristik Mikrofosil Batupasir Daerah Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Riana Hutajulu; Budhi Setiawan; Sundus Ghaida Noor Azizah
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i2.1379

Abstract

Penelitian berlokasi di daerah Rongga, Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat pada Formasi Cimandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan dari daerah penelitian berdasarkan karakteristik mikrofosil yang ditemukan. Metode penelitian meliputi studi pustaka, observasi lapangan, pengambilan sampel batuan segar, preparasi menggunakan metode hidrogen peroksida, serta analisis mikroskopis untuk identifikasi spesies foraminifera planktonik dan bentonik. Lingkungan pengendapan ditentukan menggunakan klasifikasi batimetri dan rasio P/B. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima spesies fosil foraminifera planktonik, di antaranya Globorotalia archeomenardii, Orbulina universa, Orbulina bilobata, Sphaeroidinella subdehiscens dan Globoquadrina altispita. Penelitian ini juga mengidentifikasi enam spesies foraminifera bentonik, yaitu Orthomorphina jedlitschkai, Amphicoryna scalaris, Tubinella funalis, Amphistegina quoyii d'Orbigny, Uvigerina brunnensis, dan Orbitolites duplex. Analisis mikropaleontologi pada sampel batuan Formasi Cimandiri menunjukkan bahwa daerah penelitian terbentuk dalam rentang umur relatif Miosen Tengah. Berdasarkan kandungan mikrofosilnya, lingkungan pengendapan daerah tersebut diklasifikasikan ke dalam zona Neritik Tengah (paparan tengah) yang meluas hingga ke zona Neritik Luar (paparan luar). Temuan ini memberikan gambaran mengenai kondisi batimetri laut yang cukup dalam pada periode tersebut di lokasi penelitian.