Muhammad Yusuf
Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Perairan Air Terjun Jahe dan Tarzan berdasarkan Bioindikator Mak-rozoobentos Jihan Zahidah Zakariah; Catur Retnaningdyah; Muhammad Yusuf
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memotret dan membandingkan kualitas perairan Coban Jahe dan Coban Tarzan berdasarkan bioindikator makrozoobentos, dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat aktivitas wisata di kedua lokasi. Coban Jahe merupakan air terjun yang masih aktif dikunjungi wisatawan, sedangkan Coban Tarzan yang sudah lama tidak beroperasi sebagai objek wisata dan meminimalkan aktivitas manusia. Pengambilan sampel dilakukan pada dua lokasi dengan tiga ulangan pada masing-masing lokasi, kemudian makrozoobentos diambil menggunakan surber net untuk area substrat berbatu dan hand net untuk area riparian. Makrozoobentos kemudian diidentifikasi hingga tingkat famili dan dianalisis menggunakan parameter struktur komunitas dan diversitas seperti pengungkapan, kekayaan taksa, Indeks Nilai Penting (INP), indeks keanekaragaman, indeks dominansi, indeks keseragaman, indeks Margalef, dan Family Biotic Index (FBI). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakter komunitas makrozoobentos antara Coban Jahe dan Coban Tarzan. Coban Jahe memiliki kekayaan taksa lebih tinggi (18 famili), namun melaporkan total lebih rendah (248 ind/m²). Nilai FBI sebesar 5,17 (kategori adil) serta nilai keanekaragaman sedang (2,97), dominansi rendah (0,19), dan keseragaman sedang (0,71) menunjukkan adanya tekanan ekologis akibat aktivitas wisata.Sebaliknya, Coban Tarzan yang minim kunjungan memiliki cakupan makrozoobentos lebih tinggi (523 ind/m²) meskipun taxa richness lebih rendah (12 famili). Nilai FBI 3,64 (kategori sangat baik), keanekaragaman sedang (2,69), dominansi rendah (0,23), dan keseragaman tinggi (0,75) menunjukkan kondisi perairan yang lebih bersih dan komunitas yang lebih stabil dibandingkan Coban Jahe.
KUALITAS HABITAT RIPARIAN BEBERAPA EKOSISTEM AIR TERJUN DI KECAMATAN JABUNG, KABUPATEN MALANG Nadela Novia Safitri; Catur Retnaningdyah; Muhammad Yusuf
Jurnal Penelitian Sains Vol 28, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v28i1.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kualitas sedimen, kepadatan sampah makroplastik, serta keterkaitannya dengan kualitas habitat riparian berdasarkan Indeks QBR (Qualitat del Bosc de Ribera) pada empat ekosistem air terjun, yaitu Coban Siuk, Jahe, Toris, dan Tarzan. Sampel penelitian tiap ekosistem diambil pada dua sisi daerah riparian. Parameter kualitas sedimen yang diukur meliputi suhu, pH, konduktivitas, dan bahan organik total (BOT). Sementara itu, kualitas habitat riparian dievaluasi menggunakan Indeks QBR. Pengambilan sampah makroplastik dilakukan dengan pembuatan petak contoh 1×1 m di zona riparian, dan diidentifikasi berdasarkan jenisnya. Analisis data dilakukan menggunakan Principal Component Analysis (PCA) dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coban Siuk mengalami degradasi habitat riparian paling tinggi (QBR 45), ditandai oleh nilai konduktivitas sedimen tertinggi (25,9±1,84 mS/m) dan kepadatan makroplastik terbesar (107,25 g/m2) dan nilai. Lokasi lainnnya memiliki kualitas habitat riparian kategori sedang. Zona riparian di Coban Jahe memiliki pH sedimen tinggi (8,01±0,06) dan BOT rendah (7,13±1,71%) dengan kepadatan sampah makroplastik 79,4 g/m2, Coban Toris memiliki konduktivitas yang rendah (17,50±0,28 mS/m) dan makroplastik 0,65 g/m2, sedangkan Coban Tarzan memiliki suhu dan BOT tinggi (12,56±1,31%) dengan kepadatan sampah makroplastik 0,95 g/m2