Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN KARIR DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA KARYAWAN RSUDP NTB DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Sentot Imam Suprapto; Galuh Ummil Mukminin; Wahyu Nur Chalamsah Setiawan
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada karyawan RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja karyawan melalui pengembangan karir dan work–life balance dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya kepuasan dan kinerja karyawan bukan hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi merupakan akibat dari belum optimalnya sistem pembinaan pengembangan karir dan work–life balance yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Ketiadaan sistem terintegrasi menyebabkan kepuasan kerja belum terbentuk secara optimal sehingga kinerja karyawan tidak maksimal. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Career Development and Work–Life Balance System (PCDWLB–NTB), yaitu model pembinaan pengembangan karir dan work–life balance berbasis kepuasan kerja yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Implementasi model ini menunjukkan peningkatan persepsi keadilan karir, keseimbangan kerja–kehidupan, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina pengembangan karir dan kesejahteraan kerja merupakan kunci dalam membangun kinerja karyawan rumah sakit daerah yang berkelanjutan.
MODEL STRUKTURAL PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYANAN DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KOMITMEN PERAWAT DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIASI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LEMBAGA SEBAGAI MODERASI (Studi pada Perawat RSUD Provinsi NTB) Sentot Imam Suprapto; Romy Hidayat; I Putu Artawan Prayoga
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada perawat RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model struktural peningkatan komitmen perawat melalui kepemimpinan pelayanan dan budaya kerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi serta kepercayaan terhadap lembaga sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya komitmen perawat bukan hanya dipengaruhi oleh faktor individual, tetapi merupakan akibat dari belum optimalnya sistem pembinaan kepemimpinan pelayanan dan budaya kerja yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB, yang berdampak pada rendahnya kepuasan kerja dan lemahnya kepercayaan terhadap lembaga. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Servant Leadership and Trust–Culture System (PSLTCS–NTB), yaitu model pembinaan kepemimpinan pelayanan dan budaya kerja berbasis kepercayaan dan kepuasan kerja yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Implementasi model ini menunjukkan peningkatan kepuasan kerja, kepercayaan terhadap lembaga, serta komitmen perawat RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina kepemimpinan dan budaya kerja merupakan kunci dalam membangun komitmen perawat dan keberlanjutan pelayanan rumah sakit daerah.