Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada karyawan RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kinerja karyawan melalui pengembangan karir dan work–life balance dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya kepuasan dan kinerja karyawan bukan hanya disebabkan oleh faktor individu, tetapi merupakan akibat dari belum optimalnya sistem pembinaan pengembangan karir dan work–life balance yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Ketiadaan sistem terintegrasi menyebabkan kepuasan kerja belum terbentuk secara optimal sehingga kinerja karyawan tidak maksimal. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Career Development and Work–Life Balance System (PCDWLB–NTB), yaitu model pembinaan pengembangan karir dan work–life balance berbasis kepuasan kerja yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Implementasi model ini menunjukkan peningkatan persepsi keadilan karir, keseimbangan kerja–kehidupan, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina pengembangan karir dan kesejahteraan kerja merupakan kunci dalam membangun kinerja karyawan rumah sakit daerah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026