Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Konsumen Cerdas untuk Meningkatkan Pemahaman Hak dan Kewajiban dalam Pelayanan Kesehatan di Wilayah Pesisir Jembatan Dua Maluku Tengah Nelma Liklikwatil; Nur Aisah Latuconsina; Paramita Kurnia Wiguna; Floria Veramaya Imlabla; Lovely Natasia Kasim; Fin Eklesia Sambonu; Darma Wally
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.539

Abstract

Peran konsumen dalam pelayanan kesehatan berbasis patient - centered care sangat penting untuk memperkuat pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan, preferensi, serta pengalaman pasien. Pengetahuan konsumen yang baik akan lebih cepat dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan serta mampu memanfaatkan layanan secara optimal. Namun, pemahaman masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, mengenai hak dan kewajiban pasien masih terbatas. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak dan kewajiban pasien dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi, dan pemberian materi edukatif. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat saat mengakses layanan kesehatan. Hasil kegiatan yaitu terdapat peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep konsumen cerdas dalam menggunakan hak dan kewajiban untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, tertib, dan bertanggung jawab dalam proses pelayanan. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu program pengabdian ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hak dan kewajiban pasien, sehingga dapat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang lebih optimal dan berorientasi pada pasien. Diperlukan edukasi kesehatan yang berkelanjutan melalui penyuluhan, media informasi, dan pendampingan langsung. Tenaga kesehatan juga diharapkan meningkatkan komunikasi efektif dan transparansi pelayanan agar masyarakat semakin memahami prosedur layanan kesehatan
Pemetaan dan Edukasi Pengalaman Pasien Berdasarkan Faktor Administrasi, Budaya, dan Mutu Pelayanan Paramita Kurnia Wiguna; Nur Aisah Latuconsina; Nelma Liklikwatil; Nurul Zalianty Mony; Habibah Tuasikal
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.541

Abstract

Pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan wilayah daratan. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pengalaman pasien dalam menerima layanan kesehatan di rumah sakit. Pengalaman pasien merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan karena mencerminkan persepsi pasien terhadap interaksi pelayanan, komunikasi tenaga kesehatan, serta kemudahan akses layanan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemetaan pengalaman pasien pada Rumkit Tk. II Prof. dr. J. A. Latumeten dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi mutu pelayanan rumah sakit. Metode kegiatan dilakukan melalui pendekatan survei dan wawancara kepada pasien serta tenaga kesehatan di Rumkit Tk. II Prof. dr. J. A. Latumeten. Instrumen pengumpulan data mencakup kuesioner patient ex perience, observasi proses pelayanan, serta diskusi kelompok terarah (FGD) dengan pemangku kepentingan rumah sakit. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengidentifikasi faktor utama yang mempengaruhi pengalaman pasien serta hambatan dalam pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan patient experienc e berada pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 3,42 (skala 1–5). Dimensi mutu pelayanan memiliki skor tertinggi (3,70), diikuti budaya pelayanan (3,45), sedangkan administrasi pelayanan memiliki skor terendah (3,10). Permasalahan utama yang ditemukan meliputi lamanya waktu tunggu, alur administrasi yang belum efisien, serta komunikasi yang belum sepenuhnya berbasis budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa patient experience pada Rumkit Tk. II Prof. dr. J. A. Latumeten dipengaruhi secara signifikan oleh faktor administrasi, budaya, dan mutu pelayanan, dengan faktor administrasi sebagai aspek yang paling memerlukan perbaikan.
Edukasi Buka Tutup Tempat Sampah Otomatis Berbasis Arduino di Sekolah Dasar Negeri 79 Ambon Nabila Payapo; Nur Aisah Latuconsina; Govinda Jibrillah Hasan; Rivaldo Zadrack Maspaitella; Chelby Magdalena E. De Fretes
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.543

Abstract

Kebersihan merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Namun, permasalahan kebersihan masih menjadi tantangan di SD Negeri 79 Ambon, yang ditandai dengan rendahnya kesadaran siswa dalam membuang sampah pada tempatnya serta penggunaan tempat sampah manual yang kurang higienis. Kebiasaan membuka tutup tempat sampah secara langsung berpotensi meningkatkan risiko penyebaran kuman dan menimbulkan ketidaknyamanan akibat bau tidak sedap. Selain itu, pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus implementasi teknologi sederhana berupa tempat sampah otomatis berbasis Arduino. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik yang mampu mendeteksi keberadaan objek di dekat tutup tempat sampah, sehingga tutup dapat terbuka dan tertutup secara otomatis tanpa kontak langsung. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi alat, serta praktik penggunaan oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan tempat sampah otomatis mampu meningkatkan minat dan kesadaran siswa dalam membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga meningkatkan aspek higienitas dan mengurangi kontak langsung dengan sumber kuman. Dengan demikian, edukasi berbasis teknologi sederhana seperti tempat sampah otomatis dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.