Apriza
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Dewasa (45-54 Tahun) di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang Alyah Maisyarah; Apriza; Rizki Rahmawati Lestari
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal. Seseorang dikatakan hipertensi apabila sistolik berada pada ≥ 140 mmHg atau lebih dan diastolik ³ 90 mmHg. Gaya hidup sedentary merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Pada usia dewasa pertengahan 45-54 tahun, merupakan faktor risiko utama terjadinya hipertensi, karena kemampuan dan mekanisme tubuh meningkat dan menurun secara perlahan seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya hidup sedentary dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan dilakukan pada tanggal 11-16 Februari 2025 dengan jumlah sampel 98 orang melalui teknik stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah menggunakan spigmomanometer. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentary dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa (p value = 0,000). Penelitian ini diharapkan dapat membantu responden dalam mengurangi gaya hidup sedentary .
HUBUNGAN TINGKAT ANSIETAS DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA TARAI BANGUN Nur Aulia; Apriza; Elvira Harmia
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak terjadi pada masyarakat dan sering dipengaruhi oleh faktor psikologis, salah satunya adalah ansietas. Ansietas dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatik, yang berpengaruh terhadap peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat ansietas dengan derajat hipertensi pada pasien hipertensi di Desa Tarai Bangun. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden yang dipilih dengan teknik simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Generalized Anxiety Scale (GAS) dan pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami ansietas sedang (38,8%) dan hipertensi derajat 2 (43,8%). Hasil uji Spearman Rank rho menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat ansietas dan derajat hipertensi dengan nilai p = 0,000 dan nilai korelasi r = 0,639. Berdasarkan hasil penelitian bahwa semakin tinggi tingkat ansietas, maka semakin tinggi derajat hipertensi yang dialami. Ansietas dapat memperberat derajat hipertensi pada penderita hipetensi. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi manajemen ansietas bagi lansia penderita hipertensi.
GAMBARAN PENGETAHUAN LANSIA HIPERTENSI TENTANG HIPERTENSI DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2025: Pengetahuan, Hipertensi Riana Atira; Dewi Anggriani Harahap; Apriza
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab utama yang menyebabkan kematian secara global dengan mewakili 85 % dari seluruh kematian tahunan. Menurut data WHO (2022) mencatat sekitar 972 juta orang atau 15,4% lansia menderita hipertensi. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun 2025, dari 972 juta penderita hipertensi lansia, 333 juta berada di negara maju dan 639 juta sisanya berada di negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya kejadian hipertensi adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. populasi dalam penelitian ini adalah  lansia hipertensi di desa Tarai Bangun yang berjumlah 665 orang dengan sampel 87 lansia yang menggunakan teknik simple random sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univaria. Hasil penelitian didapatkan ada pengetahuan lansia tentang hipertensi adaah kurang sebanyak 45 responden (66,7%) Diharapkan kepada responden untuk menambah wawasan dan pengetahuan terutama yang berkaitan dengan gambaran pengetahuan tentang hipertensi pada lansia dan lansia dirahapkan dapat mengontrol kesehatannya ke posyandu lansia agar komplikasi penyakit hipertensi tidak terjadi pada lansia.