Mukmin
Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Islamic Studies Learning Methodology for Generation Z Humaida; Intan Kurnia Wati; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2748

Abstract

This study aims to explore the conceptual foundations, methodological orientations, and practical strategies necessary for designing Islamic studies that are relevant to Generation Z. As digital natives, Generation Z develops cognitively, socially, and religiously within an environment dominated by rapid technological advancement, visual communication, and continuous connectivity. This condition creates an urgent need to formulate a methodological framework for Digital Islamic Studies that aligns with their learning patterns and digital behavior. Using a library research design with a content analysis approach, the study examines key academic sources and previous research related to digital literacy, Islamic education, and online religious engagement. The findings indicate that digital platforms such as TikTok, Instagram, and YouTube have become major epistemic spaces for Gen Z, reshaping religious authority, learning preferences, and modes of value internalization. The study also identifies significant challenges, such as misinformation, limited educator competence, and the lack of structured digital literacy frameworks, that hinder effective implementation of digital Islamic learning. The research concludes that a comprehensive, adaptive, and interdisciplinary methodology is essential for ensuring that Islamic knowledge remains accurate, meaningful, and contextually relevant in the digital age, while also recommending further empirical studies to validate and refine the proposed methodological model.
Studi Islam dalam Konteks Pembelajaran di Era Digital: Tantangan Diskursus Keagamaan Kontemporer Arbiah; Niya Armita Sari; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran teknologi dalam perubahan digital untuk membentuk pola komunikasi baru, struktur komunikasi baru, dan diskusi Islam kontemporer dalam konteks pembelajaran. Kebutuhan untuk memahami digitalisasi epistemologi Islam dan tantangan serta peluang yang hadir dalam ruang online keagamaan publik. Untuk mengatasi tantangan paling mendesak dalam studi Islam kontemporer, penelitian ini berfokus pada tantangan yang ditimbulkan oleh era digital terhadap disiplin studi Islam. Studi ini meneliti tantangan yang ditimbulkan oleh era digital pada studi Islam. Studi ini menganalisa, mengidentifikasi, dan berusaha memahami wacana studi Islam di era digital dan tantangan yang dihadapinya. Data tersebut dikumpulkan dari artikel ilmiah, publikasi digital, dan laporan penelitian. Studi ini menggunakan metode studi literatur kualitatif, terutama analisis tematik. Studi ini menggunakan bantuan AI untuk analisis konten, yang membantu dalam pemetaan pola wacana agama, otoritas, dan interaksi di ruang digital. Temuan penelitian ini menggambarkan bahwa digitalisasi ditandai dengan desentralisasi otoritas dan wacana agama, pluralisasi dan fragmentasi wacana, dan bentuk-bentuk otoritas baru yang didasarkan pada popularitas media sosial dan optimasi algoritma. Studi ini menunjukkan fragmentasi otoritas dan pluralisasi wacana. Studi ini mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang berasal dari tantangan era digital. Dengan demikian, diskursus Islam dapat dipahami sebagai proses pendidikan sosial-religius yang dinamis dan berkelanjutan, di mana individu dan komunitas Muslim secara aktif terlibat dalam interaksi sosial, negosiasi, serta produksi dan penyebaran pengetahuan Islam melalui berbagai platform digital. Hal ini menghasilkan pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan praktik yang berkaitan.