Niya Armita Sari
Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Pembelajaran PAI melalui Media ICT di Pesantren: Studi di Pesantren Al-Hidayah Tenggarong Akhmad Riadi; Maryam; Muhammad Ikhsan; Nur Amanah; Niya Armita Sari
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2754

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan proses pemanfaatan media Information and Communication Technology (ICT) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pesantren Al-Hidayah Tenggarong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media ICT meliputi penggunaan platform digital seperti PowerPoint, YouTube, dan Google Classroom dalam pembelajaran kitab dan materi keislaman. Proses pemanfaatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, santri dilibatkan secara aktif dalam proyek digital berbasis nilai-nilai Islam, seperti pembuatan video dakwah dan presentasi tematik. Penerapan model pembelajaran ini terbukti meningkatkan antusiasme, motivasi, keterampilan berpikir kritis, serta literasi digital santri. Selain itu, mayoritas santri menunjukkan kepuasan terhadap pembelajaran berbasis ICT. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sarana teknologi dan kompetensi digital guru, sehingga diperlukan pelatihan dan dukungan infrastruktur berkelanjutan. Secara keseluruhan, pemanfaatan media ICT menjadi inovasi strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran PAI tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman tradisional
Studi Islam dalam Konteks Pembelajaran di Era Digital: Tantangan Diskursus Keagamaan Kontemporer Arbiah; Niya Armita Sari; Mukmin
Chalim Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 2 (2025): Teaching and Learning
Publisher : Program S3 Pendidikan Islam Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/cjotl.v5i2.2764

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran teknologi dalam perubahan digital untuk membentuk pola komunikasi baru, struktur komunikasi baru, dan diskusi Islam kontemporer dalam konteks pembelajaran. Kebutuhan untuk memahami digitalisasi epistemologi Islam dan tantangan serta peluang yang hadir dalam ruang online keagamaan publik. Untuk mengatasi tantangan paling mendesak dalam studi Islam kontemporer, penelitian ini berfokus pada tantangan yang ditimbulkan oleh era digital terhadap disiplin studi Islam. Studi ini meneliti tantangan yang ditimbulkan oleh era digital pada studi Islam. Studi ini menganalisa, mengidentifikasi, dan berusaha memahami wacana studi Islam di era digital dan tantangan yang dihadapinya. Data tersebut dikumpulkan dari artikel ilmiah, publikasi digital, dan laporan penelitian. Studi ini menggunakan metode studi literatur kualitatif, terutama analisis tematik. Studi ini menggunakan bantuan AI untuk analisis konten, yang membantu dalam pemetaan pola wacana agama, otoritas, dan interaksi di ruang digital. Temuan penelitian ini menggambarkan bahwa digitalisasi ditandai dengan desentralisasi otoritas dan wacana agama, pluralisasi dan fragmentasi wacana, dan bentuk-bentuk otoritas baru yang didasarkan pada popularitas media sosial dan optimasi algoritma. Studi ini menunjukkan fragmentasi otoritas dan pluralisasi wacana. Studi ini mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang berasal dari tantangan era digital. Dengan demikian, diskursus Islam dapat dipahami sebagai proses pendidikan sosial-religius yang dinamis dan berkelanjutan, di mana individu dan komunitas Muslim secara aktif terlibat dalam interaksi sosial, negosiasi, serta produksi dan penyebaran pengetahuan Islam melalui berbagai platform digital. Hal ini menghasilkan pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan praktik yang berkaitan.