Yusriadi Marsuni
Prodi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memanfaatkan Daun Galam (Melaleuca Cajuputi) Sebagai Agen Pestisida Nabati Untuk Menekan Hama Spodoptera Frugiperda Pada Tanaman Jagung (Zea Mays Saccharata Sturt) Yusriadi Marsuni; M. Indar Pramudi; Samharinto .; Salamiah .; Lyswiana Aphrodyanti; Muhammad Redho; Muhammad Ihram Aldianoor
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v5i1.4126

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas pangan penting selain padi dan gandum, namun produktivitasnya sering terkendala oleh faktor biotik dan abiotik, terutama serangan hama ulat grayak tentara (Spodoptera frugiperda). Serangan hama ini dapat menyebabkan kehilangan hasil yang sangat tinggi, berkisar antara 80% hingga 100%. Upaya pengendalian yang umum dilakukan petani masih didominasi oleh penggunaan pestisida kimia secara intensif, yang dalam jangka panjang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, serta keseimbangan ekosistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi larutan daun galam sebagai pestisida nabati dalam menekan tingkat serangan, intensitas serangan, dan kerusakan tongkol jagung yang disebabkan oleh ulat grayak tentara (S. frugiperda). Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan konsentrasi larutan daun galam, yaitu 4%, 8%, 12%, dan 16%, serta dua kontrol berupa kontrol air dan kontrol pestisida kimia berbahan aktif lambda sihalotrin dengan konsentrasi 1 ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 16 tanaman, dengan total keseluruhan sebanyak 384 tanaman jagung manis. Parameter pengamatan meliputi tingkat serangan, intensitas serangan, dan tingkat kerusakan tongkol akibat serangan S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan daun galam memiliki kemampuan menekan serangan ulat grayak tentara dan berpotensi menjadi pestisida nabati yang efektif serta ramah lingkungan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dalam budidaya jagung manis.
Memburu Burung Manyar (Ploceus Philippinus) Di Persawahan Padi Dengan Memasang Orang-Orangan Sawah Bergerak Otomatis Yusriadi Marsuni; Salamiah Salamiah; Mariana Mariana; Ismed Setya Budi; Samharinto Samharinto; Helda Orbani Rosa; Dewi Fitriyanti; Muhammad Indar Pramudi; Prasetyo Pangestu; Ananda Melko Dayando Tiwow
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v5i1.4127

Abstract

Serangan hama burung manyar (Ploceus philippinus) merupakan permasalahan serius yang dihadapi petani padi sawah di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Serangan burung manyar terjadi secara masif pada fase generatif tanaman padi dan menyebabkan kehilangan hasil yang sangat tinggi, bahkan berpotensi mencapai 100%. Kondisi ini semakin meresahkan karena serangan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi telah menyebar ke beberapa desa sekitar, seperti Bentok Kampung, Banyu Irang, Bati-Bati, Nusa Indah, dan Benua Raya. Dari total luas tanam padi sekitar 100 hektare, tercatat 10–20 hektare lahan yang siap panen mengalami serangan berat burung manyar sehingga berdampak langsung pada penurunan produksi padi dan pendapatan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengendalikan serangan burung manyar melalui penerapan teknologi sederhana berupa orang-orangan sawah yang bergerak otomatis dengan memanfaatkan hembusan angin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan dan praktik lapangan yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu sosialisasi, pembuatan orang-orangan sawah otomatis, pemasangan di lahan persawahan, pengamatan keberadaan sarang burung manyar, serta evaluasi. Kegiatan melibatkan sepuluh orang anggota kelompok tani aktif yang memiliki lahan sawah minimal satu hektare. Sebanyak lima unit orang-orangan sawah otomatis dipasang pada lahan padi yang telah berbuah dan berada di sekitar habitat burung manyar. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan harian selama fase berbuah hingga menjelang panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas serangan burung manyar pada lahan percontohan serta peningkatan hasil produksi padi, sehingga teknologi orang-orangan sawah otomatis dinilai efektif dan mudah diaplikasikan oleh petani.