Serangan hama burung manyar (Ploceus philippinus) merupakan permasalahan serius yang dihadapi petani padi sawah di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Serangan burung manyar terjadi secara masif pada fase generatif tanaman padi dan menyebabkan kehilangan hasil yang sangat tinggi, bahkan berpotensi mencapai 100%. Kondisi ini semakin meresahkan karena serangan tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi telah menyebar ke beberapa desa sekitar, seperti Bentok Kampung, Banyu Irang, Bati-Bati, Nusa Indah, dan Benua Raya. Dari total luas tanam padi sekitar 100 hektare, tercatat 10–20 hektare lahan yang siap panen mengalami serangan berat burung manyar sehingga berdampak langsung pada penurunan produksi padi dan pendapatan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengendalikan serangan burung manyar melalui penerapan teknologi sederhana berupa orang-orangan sawah yang bergerak otomatis dengan memanfaatkan hembusan angin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan dan praktik lapangan yang dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu sosialisasi, pembuatan orang-orangan sawah otomatis, pemasangan di lahan persawahan, pengamatan keberadaan sarang burung manyar, serta evaluasi. Kegiatan melibatkan sepuluh orang anggota kelompok tani aktif yang memiliki lahan sawah minimal satu hektare. Sebanyak lima unit orang-orangan sawah otomatis dipasang pada lahan padi yang telah berbuah dan berada di sekitar habitat burung manyar. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan harian selama fase berbuah hingga menjelang panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan intensitas serangan burung manyar pada lahan percontohan serta peningkatan hasil produksi padi, sehingga teknologi orang-orangan sawah otomatis dinilai efektif dan mudah diaplikasikan oleh petani.
Copyrights © 2026