Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Pasar Premium Digital Nomad: Studi Empiris Kebutuhan Infrastruktur di Kota Semarang Nana Varian Januardi
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i2.468

Abstract

Pekerjaan jarak jauh dan gaya hidup digital nomad berkembang pesat pasca-pandemi, mendorong kota-kota menghadirkan infrastruktur keras dan lunak yang mendukung produktivitas. Studi ini menganalisis faktor-faktor yang menentukan kesediaan membayar (Willingness To Pay/WTP) pekerja jarak jauh di Semarang terhadap layanan produktivitas premium berupa internet berkecepatan tinggi dan ruang kerja ergonomis. Data primer dikumpulkan melalui survei terstruktur terhadap 113 responden, dan beberapa konstruk persepsi (kualitas internet, kualitas ruang kerja, dukungan komunitas) dibangun menggunakan indeks komposit dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s α > 0,80). Analisis dilakukan menggunakan regresi linier OLS dan ordered logit. Hasil menunjukkan bahwa pendapatan merupakan penentu paling kuat yang meningkatkan WTP, sementara persepsi kualitas internet dan ruang kerja yang rendah mendorong WTP lebih tinggi karena adanya kebutuhan untuk menutup kekurangan infrastruktur yang dirasakan. Persepsi keamanan siber berpengaruh positif signifikan, menegaskan pentingnya jaminan koneksi aman bagi profesional digital. Selain itu, dukungan komunitas lokal meningkatkan WTP, sedangkan tingkat kesepian menurunkannya, menegaskan peran komplementer infrastruktur sosial dalam membentuk preferensi pembayaran. Temuan ini menekankan bahwa strategi pengembangan kota ramah pekerja jarak jauh perlu memadukan investasi pada infrastruktur digital dan penguatan ekosistem komunitas.
Does Retail Attention Move Prices or Just Trading? Google Search Evidence from the Indonesia Stock Exchange Nana Varian Januardi
Journal of Creativity Student Vol. 9 No. 3s (2026): Special Edition
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jcs.v9i1.53895

Abstract

We ask whether retail investor attention forecasts stock returns or only trading in an emerging, retail-dominated market. Using weekly Google search volume for 65 heavily-searched IDX80 stocks on the Indonesia Stock Exchange over 2021–2025, we build an abnormal-search measure and estimate predictive panel regressions with firm and week fixed effects and clustered standard errors. Attention is associated with next-week abnormal trading volume: the relation holds across ten specifications, passes a within-week permutation test and a multiple-testing correction, and survives controlling for the contemporaneous price shock, though it shares variance with same-week trading. Attention does not forecast directional returns, and the confidence interval is tight enough to exclude a developed-market-sized price continuation. We find no robust reversal and no concentration in small stocks; if anything it is stronger among large, recognizable names. We also document the keyword-disambiguation problem that non-English tickers create for search-based attention measures.