Sasirangan berasal dari Kalimantan Selatan yang berarti sirang/jelujur. Teknik sasirangan merupakan salah satu keteknikan tie dye yaitu teknik stitch. Motif yang dihasilkan berupa garis putus-putus yang tersusun sesuai lajur jahitan. Salah satu cara untuk menambah variasi motif baru dari teknik sasirangan adalah mengkombinasikannya dengan sistem lipat jelujur. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan motif dari teknik sasirangan dengan sistem lipat jelujur, menerapkan motif tersebut pada busana ready to wear dan mengetahui pendapat informan terhadap penerapan teknik tersebut pada busana ready to wear. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen terapan dan dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui pendapat informan terhadap produk. Subjek dalam penelitian dipilih berdasarkan purposive sampling, yang terdiri dari tiga informan. Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara diketahui bahwa (1) desain motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur dapat dikembangkan menjadi dua variasi motif baru yang terdiri dari motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur bentuk kelopak bunga teratai dan jelujur bentuk segitiga, (2) menerapkan motif sasirangan dengan sistem lipat jelujur pada busana outer dan rok lilit berhasil diwujudkan sesuai rancangan yang diharapkan, penerapan motif ini perlu memperhatikan beberapa aspek seperti jarak jahitan, kekuatan tarikan benang, dan jenis bahan kain yang dipilih, (3) berdasarkan tanggapan informan produk busana ready to wear dengan motif sasirangan menggunakan sistem lipat jelujur mendapatkan apresiasi positif, dari segi kreativitas, nilai estetika, maupun kontribusinya dalam memunculkan kreasi-kreasi motif terbaru yang sulit dihasilkan menggunakan teknik sasirangan biasa. Penerapan teknik ini bisa menjadi inspirasi bagi pengrajin dalam mengembangkan produknya.