Luqmanul Hakim
IAIN Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Survey Penggunaan Media Sosial Dalam Bentuk Personal Branding Kompetensi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Parepare Luqmanul Hakim; Nahrul Hayat
Publisistik: Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2026): Publisistik : Riset Jurnalistik dan Media Komunikasi
Publisher : Program Studi Jurnalistik Islam Institut Agama Islam Negeri Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/publisistikji.v3i1.17028

Abstract

Media sosial telah bertransformasi menjadi ruang publik digital yang integral, melampaui fungsi komunikasi biasa, sehingga menjadi alat penting bagi mahasiswa dalam membentuk, mengelola, dan mempresentasikan identitas diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan media sosial oleh mahasiswa IAIN Parepare dalam upaya membangun personal branding berbasis kompetensi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner daring yang disebarkan melalui Google Form kepada 377 responden mahasiswa aktif IAIN Parepare yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Kerangka teori yang digunakan adalah Teori Self-Presentation (Goffman, 1959) dan Teori Networked Publics (Boyd, 2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas penggunaan media sosial mahasiswa termasuk dalam kategori sangat tinggi, yang ditunjukkan oleh lebih dari 90% responden yang menjadikan media sosial sebagai aktivitas harian dengan rata-rata durasi penggunaan 5,83 jam per hari. Platform utama yang digunakan adalah Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Meskipun sebagian besar mahasiswa menunjukkan kesadaran dalam mengelola citra diri secara positif, hanya 16,7% yang konsisten membangun pesan profesional di berbagai platform. Temuan ini menegaskan bahwa personal branding mahasiswa terbentuk melalui interaksi antara strategi individu dalam menampilkan diri dan karakteristik ruang publik digital, namun optimalisasinya masih memerlukan kesadaran strategis dan dukungan institusional.