Ni Ketut Sri Handayani
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Sebelum dan Setelah Diberikan Inhalasi Aromaterapi Lemon Ni Ketut Sri Handayani; Ni Luh Putu Sri Erawati; Ni Gusti Kompiang Sriasih; I Nyoman Wirata; Ni Made Dwi Purnamayanti
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Mual dan muntah adalah gejala umum pada ibu hamil trimester pertama yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan farmakologis perlu diberikan dengan pertimbangan khusus pada masa kehamilan, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan mual dan muntah sebelum dan setelah diberikan inhalasi aromaterapi lemon pada 20 ibu hamil trimester I. Metode – Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 dan intervensi dalam penelitian dilakukan dengan teknik inhalasi jarak 3 cm dari hitung selama 5 menit yang dilakukan selama 4 hari. Data diukur menggunakan instrumen PUQE-24 sebelum dan sesudah intervensi dan data kemudian dianalisis menggunakan analisis bivariat wilcoxon signed rank test. Hasil – Hasil menunjukkan penurunan signifikan tingkat mual, dari rata-rata 7,65 (kategori sedang–berat) menjadi 3,65 (kategori ringan). Hasil uji wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p = 0,000 yang menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lemon setelah intervensi inhalasi aromaterapi lemon pada ibu hamil trimester I. Simpulan – Penelitian ini membuktikan penggunaan aromaterapi lemon sebagai terapi non-farmakologis adalah metode yang efektif untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil serta merekomendasikan penerapan metode ini dalam praktik kebidanan. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan praktik keperawatan maternitas berbasis evidence-based practice serta mendukung optimalisasi intervensi komplementer di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.