I Nyoman Wirata
Poltekkes Kemenkes Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Pengeluaran Asi Setelah Pijat Oksitosin Pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea Fitri Novita Natalia Sianturi; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Wayan Suarniti; Ni Made Dwi Purnamayanti; I Nyoman Wirata
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi lengkap serta kolostrum yang kaya akan imunoglobulin A (IgA) untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, ibu yang melahirkan secara sectio caesarea sering mengalami hambatan pengeluaran ASI akibat nyeri pasca operasi dan efek obat anestesi yang menghambat hormon oksitosin dan prolaktin. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengatasi masalah ini adalah pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengeluaran ASI setelah dilakukan pijat oksitosin pada ibu nifas post sectio caesarea di RSIA Harapan Bunda Denpasar. Metode – Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling sebanyak 24 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis secara univariat. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 responden (79,2%) mengalami pengeluaran ASI dan 5 responden (20,8%) tidak mengalami pengeluaran ASI, 19 responden (79,2%) mengalami pembesaran payudara, sedangkan 5 responden (20,8%) diantaranya tidak mengalami pembesaran payudara. Temuan ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin berpotensi membantu keberhasilan pengeluaran ASI pada ibu nifas post sectio caesarea. Simpulan – Hasil ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam mendukung kelancaran pengeluaran ASI pada ibu pasca operasi sectio caesarea.
Perbedaan Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Sebelum dan Setelah Diberikan Inhalasi Aromaterapi Lemon Ni Ketut Sri Handayani; Ni Luh Putu Sri Erawati; Ni Gusti Kompiang Sriasih; I Nyoman Wirata; Ni Made Dwi Purnamayanti
Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Advanced Nursing and Health Systems Innovation (JANHSI)
Publisher : PT. Dilatra Global Advisory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang – Mual dan muntah adalah gejala umum pada ibu hamil trimester pertama yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan farmakologis perlu diberikan dengan pertimbangan khusus pada masa kehamilan, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih komplementer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan mual dan muntah sebelum dan setelah diberikan inhalasi aromaterapi lemon pada 20 ibu hamil trimester I. Metode – Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 dan intervensi dalam penelitian dilakukan dengan teknik inhalasi jarak 3 cm dari hitung selama 5 menit yang dilakukan selama 4 hari. Data diukur menggunakan instrumen PUQE-24 sebelum dan sesudah intervensi dan data kemudian dianalisis menggunakan analisis bivariat wilcoxon signed rank test. Hasil – Hasil menunjukkan penurunan signifikan tingkat mual, dari rata-rata 7,65 (kategori sedang–berat) menjadi 3,65 (kategori ringan). Hasil uji wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p = 0,000 yang menunjukkan adanya pengaruh aromaterapi lemon setelah intervensi inhalasi aromaterapi lemon pada ibu hamil trimester I. Simpulan – Penelitian ini membuktikan penggunaan aromaterapi lemon sebagai terapi non-farmakologis adalah metode yang efektif untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil serta merekomendasikan penerapan metode ini dalam praktik kebidanan. Hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan praktik keperawatan maternitas berbasis evidence-based practice serta mendukung optimalisasi intervensi komplementer di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.