Ni Gusti Ayu Made Afranti
Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti Terhadap Kesiapan Guru Agama Hindu Dalam Pelaksanaan Kurikulum 2013 Kadek Oka Ramantari; Ni Gusti Ayu Made Afranti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 13 No. 2 (2022): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 yang diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk di Kota Bandar Lampung pada tahun pelajaran 2014/2015 sesuai dengan kebijakan pemerintah belum dapat dilaksanakan dengan baik oleh para guru, termasuk guru Agama Hindu. Hal ini dinyatakan oleh para guru Agama Hindu, siswa Hindu, dan kepala sekolah di Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut menurut para guru Agama Hindu terjadi karena kurangnya persiapan dari pihak pemerintah sebelum melaksanakan kurikulum 2013, baik dari segi sarana dan prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini adalah para guru yang belum menerima sosialisasi sebelum menerapkan kurikulum 2013.
Analisis Pembiayaan Pada Tingkat Pelaksanaan Upacara Dewa Yajna Studi Pada Upacara Ngenteg Linggih Pura Puseh Desa Di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Ni Gusti Ayu Made Afranti; Ni Ketut Ayu Mirdani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari peneliti adalah ingin mengetahui seberapa besar dana yang digunakan dan tingkatan apa yang di gunakan pada upacara Ngenteg Linggih.Analisis pembiayaan merupakan suatu yang bentuknya secara terperinci dan jelas dari pemasukan dan pengeluaran oleh seseorang. Pembiayaan merupakan tujuan utama manusia untuk mencapai sesuatu dan menunjang pelaksanaan upacara dewa yajna(Ngenteg Linggih) berdasarkan tingkatan yang digunakan, oleh karenanya masyarakat kurang memahami dari tingkatan yang digunakan dan pembiayan yang sebesar ituapa saja yang diperlukan.Berdasarkan rumusan masalah berapa besar dana yang keluar dalam upacara Ngenteg Linggihyang diminta dari satu kepala keluarga adalah Rp.3.000.000 dari 264 KK dan menggunakan tingkatan seperti apa dalam upacara Ngenteg Linggih.Penelitian ini bersifat kualitatif, maka analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptifkualitatif. Analisis kwalitatifadalahusaha analisis berdasarkan kata-kata yang disusun ke dalam bentuk teks yang diperluas. Sedangkan analisis deskriptifadalah dengan mengadakan suatu telaah pada gejala yang bersifat objektif sesuai dengan data kepustakaan maupun lapangan.Analisis pembiayaan merupakan penjelas dari pemasukan dan pengeluaran untuk mendapatkan sesuatu untuk kepentingan bersama, di Desa Restu rahayu pada saat melaksanakan upacara Ngenteg Linggihadalah memerlukan dana yang sangat besar dan memerlukan sarana dan prasarana dalam upakara yang keseluruhannya menghabiskan dana Rp.528.337.000. Dana yang terkumpul dari tiga dusun yaitu 264 KK sebesar Rp.396.000.000. Dan dalam tingkatan yajna pada upacara Ngenteg Linggih mengunakan tingkatan “Madyaning Uttama”yang merupakan tingkatan menengah yang besar. Masyarakat Desa Restu Rahayu sangat antusias dan sedikit yang tidak, dan itu tidak menjadi penghambat untuk melaksanakan upacara yang besar tersebut.Kata