Ni Gusti Ayu Made Afrianti
Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu pada Upacara Ngaben dalam Proses Mapegat Di Desa Bali Sadhar Selatan Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Ni Gusti Ayu Made Afrianti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 1 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Upacara Ngabenyang dilaksanakan di desa Bali Sadhar Selatan Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan dalam prosesi Ngabenterdapat upacara Mapegat.Biasanya dilaksanakan setelah upacara ngaben di setraselesai. UpacaraMapegatselalu dilaksanakan masyarakat di desa Bali Sadhar Selatan khususnya setiap adanya upacara Ngaben (Pitra Yadnya) akan tetapi fakta dilapangan masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana prosesi upacara Mapegatdan belum mengetahui adanya nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada Upacara Mapegat tersebut.Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai bagaimana prosesi upacara Mapegatdi Desa Bali Sadhar Selatan dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada Upacara mapegat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada upacara Mapegat dan untuk mengetahui bagaimana prosesi upacara Mapegat di Desa Bali Sadhar Selatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif non statistic.Hasil penelitian prosesi mapegatdilaksanakan setelah selesai pembakaran mayat dikuburan, yang diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Mapegatmemutuskan hubungan antara yang masih hidup dengan yang sudah meninggal. Disimbolkan dengan memutuskan benang yang diikat pada dua batang kayu dapdap (kayu sakti). Sangat penting dilakukan agar perjalanan roh menuju ke alam Brahmantenang tanpa terikat pada hal-hal keduniawian.Prosesi upacara Mapegat di Desa Bali Sadhar Selatan yaitu dilaksanakan pada pintu masuk halaman rumah (gerbang). Seluruh sanak keluarga memberikan tarpana (berupa makanan dan minuman). Setelah itu salah satu angota keluarga memutuskan benang yang dibentangkan pada dua batang kayu dapdap, seluruh sanak keluarga masuk melalui pintu kayu dapdap dan upacara Mapegat pun selesai dilaksanakan. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung: 1). Nilai pendidikan Agama Hindu Lascarya(tulus dan Ikhlas), 2) Nilai Pendidikan Seni: seni suara (lantunan Mantra) dan seniKriya (bebantenan yang digunakan), 3) Nilai pendidikan sosial kemasyarakatan (konsep menyamebray/gotong royong dari awal persiapan hingga akhir acara), 4) Nilai pendidikan etika (berbuat, berkata dan berpikir yang baik).
Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Aktivitas Belajar Anak Berbasis Online Ditengah Pandemi Covid Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Ni Made Indrayani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar anak yang dilaksanakan dirumah dengan berbasis online (daring) dimasa Pandemi Covid-19 yang dalam kenyataannya kurang mendapat bimbingan dari orang tua dikarenakan orang tua yang sebagian besar kurang memahami perkembangan teknologi serta peranannya yang belum mampu menggantikan sosok guru disekolah bagi anak dirumah, sehingga menyebabkan kegiatan belajar berbasis media online kurang pengawasan, tanpa pengawasan dengan hasil yang tidak maksimal, seperti yang terjadi di SDN 3 Mataram Udik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang tua terhadap aktivitas belajar anak berbasis online ditengah Pandemi Covid-19 di SDN 3 Mataram Udik Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan tehnik sampling jenuh mengingat jumlah populasi yang kurang dari 100 yaitu sebanyak 53, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif, pengujian hipotesis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : ada pengaruh yang positif bimbingan orang tua terhadap aktivitas belajar anak berbasis online ditengah PandemiCovid-19 studi di SDN 3 Mataram Udik dengan hasilthitunguntuk variabel bimbingan orang tua sebesar 6,178 hal ini menunjukan H0ditolak dan H1diterima atau dengan kata lain bimbingan belajar orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas belajar anak berbasis online, apabila melihat probabilitasnya (Sig). menunjukan angka 0,000 < 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti pengaruh bimbingan orang tua terhadap aktivitas belajar anak berbasis online signifikan.
Persepsi Masyarakat Terhadap Upacara Otonan Anak Di Bandar Lampung Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Wayan Suryani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman umat Hindu di Bali terhadap ajaran agama dan tradisinya, dengan jelas dapat disaksikan melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Upacara-upacara keagamaan di Bali yang tercakup dalam Manusia Yadnya, banyak mempergunakan sarana berupa upakara dan banten. Contoh Upacara Manusia yadnya salah satunya adalah upacara otonan pada anak, yaitu memperingati hari kelahiran seseorang menurut pawukon, Panca Wara dan Sapta Wara. Upacara kelahiran dalam umat Hindu di Bali dilaksanakan setelah bayi lahir sampai 210 hari atau disebut juga otonan. Pelaksanaannya merupakan bukti rasa syukur kepada Ida Sang Hyang widhi, dan para leluhur atas keturunan darah yang sudah diberikan, agar selalu ingat pada diri sendiri, di mana kita berada, berapa usia kita, untuk menjadi anak-anak yang suputra yang selalu berpegang teguh pada ajaran Dharma.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap upacara otonan anak di Bandar lampung. Dalam penelitian ini penulis menggunakah teori religi dan teori makna guna untuk memahami lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap upacara otonan anak. Pengumpulan data dengan tehnik observasi, tehnik wawancara dengan beberapa nara sumber atau informan yangpenulis pilih sesuai dengan judul skripsi., dan dokumentasi, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat di Bandar lampung mempunyai persepsi yang hampir sama terhadap upacara otonan anak, upacara otonan adalah bagian dari Manusia Yadnya, yaitu korban suci yang dipersembahkan dengan tulus ikhlas demi keselamatan keturunan, membentuk anak-anak yang suputra dan suputri. Diperingati setiap 210 hari, berdasarkan pawukuan terdiri dari 30 wuku, sapta wara yang terdiri dari tujuh hari, dan panca wara yang berjumlah lima, sangat penting dan wajib untuk di peringati sesuai dengan perhitungan kalender Bali. Yang mempunyai tujuan utama adalah memperintati hari kelahiran, sebagai pebersihan dan penyucian diri lahir dan batin secara sekala dan niskala. Memohon keselamatan dan perlindungan Nya. Menetralisir pengaruh-pengaruh yang tidak baik yang ada pada diri manusia dan mengentaskan derita bawaan pada kelahiran sebelumnya.
Persepsi Masyarakat Terhadap Bentuk Dan Fungsi Patung Gaņeśa Di Pekarangan Rumah Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Made Aridana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Penempatan patung De a Gaņeśa di kalangan umatHindu Bali yang seolah-olah menjadi sebuah t en ba u Ada yang menempatkan patung De a Gaņeśa di pintu masuk umah dengan maksud sebagai penghalang kekuatan negatif memasuki areal rumah yang dapat mempengaruhi penghuni rumah. Pemasangan dan pemajangan da i patung Gaņeśa ini seolah-olah menjadi trend di masyarakat Hindu Bali di Lampung dalam beberapa tahun belakangan ini, termasuk juga di desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.Metode yang digunakan dalamPenelitianini adalah metode survei pendekatan kualitatif.Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentas. Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah: Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap bentuk dan fungsi patung Gaņeśa di halaman umah? Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refrensi dan menambah pemahaman terkait fungsi patung Gaņeśa dihalaman umahHasil penelitian ini dapat disa ikan sebagai be ikut : penempatan patung De a Gaņeśa dihalaman umah dika enakan keyakianan masya akat te hadap De a Gaņeśa sebagai de a pelindung da i ma a bahaya, dan be fungsi sebagai aling-aling, pelindung pekarangan serta penolak bala, bentuk kesenian atau keindahan untuk mempercantik halaman rumah.Kesimpulkan hasil penelitian, adalah bahwa Patung Dewa Gaṇeśa yang ditempatkan dihalaman umah di desa Rama De a, Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah, difungsikan sebagai patung religidan patung dekorasi. Kepada umat yang akan menempatkan patung Dewa Gaṇeśa dihalaman umah, hendaknya memahami bentuk dan fungsi da i patung De a Gaņeśa Tesebut
Model Pembelajaran Bermain Jawaban Dapat Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Agama Hindu (Ptk Di Pasraman Dharma Kerthi Kota Bandar Lampung) Ni Gusti Ayu Made Afrianti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Siswa agama Hindu pada materi Nilai-nilai Yajna dalam Kitab Ramayana melalui model pembelajaran bermain jawaban yang melibatkan siswa dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data keaktifan siswa diperoleh melalui observasi dengan menggunakan indikator keaktifan, sedangkan hasil belajar diperoleh melalui tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar Siswa pada setiap siklus. Pada siklus 1, rata rata keaktifan Siswa sebesar 63,3% dan hasil belajar mencapai 75,75. Peningkatan terjadi pada siklus 2 dengan keaktifan mencapai 81,6% dan hasil belajar 83,75. Pada siklus 3, keaktifan Siswa meningkat menjadi 93,9% yang tergolong sangat aktif, sedangkan hasil belajar mencapai 91,25. Peningkatan ini terjadi karena guru telah menerapkan model bermain jawaban sesuai dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran.
Melalui Penerapan Metode Bermain Peran Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa (PTK Pada Siswa Kelas VI di SD Negeri 3 Swastika Buana Kab. Lampung Tengah) Ni Gusti Ayu Made Afrianti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran agama Hindu di SD Negeri 3 Swastika Buana pada kelas VI masih kurang aktif, penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga pembelajaran dikelas cenderung monoton dan tidak memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pemblajaran. Keaktifan dan hasil belajar yang masih relatif rendah pada mata pelajaran agama Hindu menjadi faktor belum tercapainnya tujuan pembelajaran secara optimal oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan rumusan masalah apakah metode bermain peran dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SD Negeri 3 Swastika Buana? Apakah penerapan metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI di SD Negeri 3 Swastika Buana? Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran agama Hindu dengan metode bermain peran serta manfaat penelitian ini diharapkan dapat dijadikan kajian penelitian selanjutnya yang terkait dengan metode pembejaran yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) di SD Negeri 3 Swastika Buana siswa kelas VI berjumlah 10 siswa yang terdiri dari 6 siswa perempuan dan 4 siswa laki-laki. Dengan penerapan siklus 1,2 dan 3 untuk mencapai perubahan nilai keaktifan dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data nilai rata-rata keaktifan belajar siswa pada Siklus 1 diperoleh sebesar 50% terdapat 5 dari 10 siswa yang aktif dan 5 siswa yang kurang aktif, Siklus II meningkat menjadi 82% yaitu 8 dari 10 siswa yang aktif dan 2 siswa yang kurang aktif dan pada Siklus III meningkat menjadi 98% terdapat 9 dari 10 siswa yang aktif dan 1 siswa yang kurang aktif. Sedangkan persentase analisis hasil belajar siswa pada Siklus I diperoleh sebesar 71% terdapat 7 siswa yang mendapat nilai tuntas, pada Siklus II meningkat menjadi 81% terdapat 8 siswa yang mendapat nilai tuntas dan pada Siklus III meningkat menjadi 99% seluruh siswa mendapat nilai tuntas sesuai KKM yaitu 75. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bermain peran di SD Negeri 3 dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran agama Hindu dengan materi Sad Ripu.