I Nyoman Santiawan
Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Konsep Kepemimpinan Asta Brata Dalam Mewujudkan Pendidikan Hindu Yang Unggul I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ajaran kepemimpinan Asta Brata dapat dilihat dan diadopsi dari contoh yang dijalankan dan telah ada. Salah satu contoh pemimpin yang telah menjalankannya adalah Sri Rama yang ada dalam cerita dan Sastra Kekawin Ramayana. Pada Kekawin Ramayana, Sri Rama memberikan banyak wejangan tentang nilai-nilai ajaran Asta Brata kepada Wibisana yang akan memimpin kerajaan Alengka. Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan konsep kepemimpinan yang mampu mewujudkan pendidikan Hindu yang berdaya saing dan unggul melalui ajaran kepemimpinan Asta Brata. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan artikel review. Dari berbagai literatur yang relevan dan telah direview, maka hasil dan kesimpulan dari artikel ini adalah penerapan konsep kepemimpinan Asta Brata, jika diterapkan dan dilaksanakan dari tingkat pimpinan dan bawahan dapat mewujudkan pendidikan Hindu yang dan unggul. Terwujudnya pendidikan Hindu yang unggul karena 8 sifat dewata, Indra Brata simbol pemimpin yang memberikan kesejahteraan, Vayu Brata simbol pemimpin yang visioner, Yama Brata simbol pemimpin yang adil, Surya Brata simbol pemimpin yang professional, Agni Brata simbol pemimpin yang memotivasi, Varuna Brata simbol pemimpin yang melindungi, Candra Brata simbol pemimpin servant leadership, dan Kuvera Brata simbol pemimpin yang pandai mengelola anggaran. Delapan sifat kemahakuasaan Tuhan ini memberikan dampak yang sangat besar dan positif dalam mewujudkan kempemimpinan pendidikan. Sehingga ini memberikan kontribusi kepada pemangku jabatan sebagai pemimpin agar memegang teguh konsep kepemimpinan Asta Brata dalam menjalankan setiap tugas dan kewajibannya.
Peran Aspek Kognitif, Emosional, Dan Perilaku Dalam Meningkatkan Bakat Mahasiswa STAH Lampung I Putu Pastika; Made Sindi Purningsih; Ni Putu Listya Melani; Putu Widya; Ni Wayan Septi Ratna Sari; I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 17 No. 1 (2026): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan bakat mahasiswa merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi, termasuk di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aspek kognitif, emosional, dan perilaku dalam meningkatkan bakat mahasiswa. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir, memahami, dan mengolah informasi yang mendukung prestasi akademik. Aspek emosional mencakup kemampuan mengelola emosi, motivasi, serta empati yang berpengaruh terhadap ketahanan diri dalam proses belajar. Sementara itu, aspek perilaku tercermin dalam kebiasaan belajar, disiplin, serta tindakan nyata dalam mengembangkan potensi diri. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai teori yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan berpengaruh dalam meningkatkan potensi mahasiswa. Mahasiswa yang mampu mengembangkan ketiga aspek tersebut secara seimbang cenderung lebih mudah mencapai prestasi dan mengoptimalkan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan dari mahasiswa maupun lingkungan pendidikan untuk mendukung pengembangan ketiga aspek tersebut.
Peran Motivasi, Minat, Dan Kepribadian Untuk Mewujudkan Lulusan Mahasiswa STAH Lampung Yang Unggul I Made Arta Subrata; Kadek Anggara; I Putu Wisnu Aditya; Gede Artana Mandala; I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 17 No. 1 (2026): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi keagamaan Hindu memegang peranan strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual, moral, dan karakter yang kokoh. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran motivasi, minat, dan kepribadian dalam mewujudkan lulusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Lampung yang unggul dan berdaya saing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang mengintegrasikan teori psikologi pendidikan, konsep karakter Hindu, dan praktik manajemen pendidikan tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar berfungsi sebagai penggerak utama yang menentukan intensitas dan arah upaya akademik mahasiswa. Minat akademik berperan sebagai penyeimbang yang memberikan keberlanjutan, kedalaman pemahaman, serta ketekunan dalam menghadapi kompleksitas materi keagamaan dan keilmuan umum. Sementara itu, kepribadian yang terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai Hindu dan pendidikan karakter menjadi kompas moral yang mengarahkan kompetensi ke arah pemanfaatan yang positif dan bertanggung jawab. Ketiga aspek ini membentuk sinergi dinamis yang saling memperkuat dan menjadi pilar utama dalam mencetak lulusan yang unggul secara holistik (kognitif, afektif, psikomotor, dan spiritual). Implementasi strategi penguatan triad psikologis ini di lingkungan STAH Lampung memerlukan pendekatan kurikulum terintegrasi, pembinaan karakter berbasis dharma, pengembangan minat melalui aktivitas ko-kurikuler, serta sistem pendampingan akademik yang berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan motivasi, minat, dan kepribadian, STAH Lampung dapat secara konsisten menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, berintegritas, dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat sesuai dengan visi pendidikan Hindu yang unggul.
Peningkatan Bakat melalui UKM Dharma Gita untuk meningkatkan Aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotor Pada Mahasiswa STAH Lampung Ni Putu Dinar Naresvari; Ni Wayan Arti Ayudya Wandira; Ni Made Ernawati; Mudhita Saraswati; Nadia Wulandari; I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 17 No. 1 (2026): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dharmagita adalah nyanyian suci keagamaan Hindu yang dilagukan saat ritual (yadnya) untuk meningkatkan nilai estetika spiritual, moral, dan etika, yang berakar pada prinsip Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian), dan Sundaram (keindahan). Pengembangan potensi Mahasiswa merupakan salah satu tujuan utama pendidikan tinggi, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam aspek non-akademik. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi wadah strategis dalam mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Salah satu UKM berbasis keagamaan Hindu yang memiliki peran penting adalah UKM Dharma Gita. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran UKM Dharmagita untuk meningkatkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan artikel review. Dari berbagai literatur yang relevan dan telah direview, maka hasil dan kesimpulan dari artikel ini adalah penerapan UKM Dharmagita mampu meningkatkan aspek Kognitif, Afektif, Psikomotor mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung.
Kajian Kritis Tujuan Pendidikan Nasional Persfektif Pendidikan Dan Agama I Nyoman Santiawan; I Ketut Gede Adi Trisna Sugara
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 17 No. 1 (2026): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan utama dalam mendapatkan pengetahuan untuk mengembangkan kehidupan. Sedangkan agama merupakan pedoman hidup yang harus diinternalisaikan disetiap tindakan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan nasional dilihat dari persfektif agama dan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran literatur dari tiga database elektronik yaitu Google Scholar, Undang-Undang dan hasil penelitian/repositori yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Hasil peneitian menunjukan; 1). Pendidikan dan agama saling berkaitan dan berhubungan, sehingga harus bisa menyeimbangkan keduanya. Segala bentuk masalah yang masih terjadi adalah indikator belum adanya keseimbangan antara pendidikan dan pengetahuan agama. 2). Diperlukan adanya kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua, tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam keberhasilan pendidikan (umum dan agama. 3). Pendidikan dan agama perlu ditingkatkan kualitasnya melalui peningkatan. kualitas pendidik agama, menyelaraskan kurikulum dengan tujuan pendidikan nasoional, serta meningkatkan dan mengembangkan sarpras pendidikan keagamaan.
Lingkungan, Sistem Dan Konteks Komunikasi Dalam Tri Hita Karana I Made Suastika Ekasana; I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 17 No. 1 (2026): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan merupakan tempat dimana mahluk hidup beserta isinya yang saling mempengaruhi terhadap proses kehidupan. Parahayangan, Pawongan dan Parahayangan dalam ajaran Tri Hita karana dapat dijaga dengan melakukan komunikasi dengan cara mengimplementasikan ajaran Hindu yaitu: Parahayangan dengan ajaran Nawa Widha Bhakti, Pawongan dengan Tri Kaya Parisudha dan Palemahan dengan Sad Kertih. Sistem komunikasi adalah suatu cara (metode) yang teratur untuk melakukan sesuatu informasi atau hubungan dari suatu lokasi ke lokasi lain, antara seseorang atau lebih dengan pihak lain dan sistem komunikasi ini agar memperoleh atau menghasilkan keserasian antara kita sebagai manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia maupun dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya baik biotik maupun abiotic dengan cara menumbuh kembangkan hubungan hidup dan kehidupan melalui jalan tri kaya parisudha: berfikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik. Artikel ini bertujuan untuk mengupas tentang komunikasi lingkungan dalam konteks Tri Hita Karana. Artikel ini ditulis menggunakan metode literatur review. Hasil artikel ini menyebutkan bahwa Parahayangan, Pawongan dan Palemahan dalam ajaran Tri Hita karana dapat dijaga dengan melakukan komunikasi dengan cara mengimplementasikan ajaran Hindu yaitu: Parahayangan dengan ajaran Nawa Widha Bhakti, Pawongan dengan Tri Kaya Parisudha dan Palemahan dengan Sad Kertih.