I Made Suastika Ekasana
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Ajaran Tri Hita Karana Dalam Penyusunan Awig-Awig Sekaa Teruna Taman Sari Di Banjar Lantang Bejuh Desa Adat Sesetan I Nyoman Alit Putrawan; I Made Adi Widnyana; I Made Suastika Ekasana; Desyanti Suka Asih K.Tus; I Gusti Ayu Jatiana Manik Vedanti
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.12 KB) | DOI: 10.37329/jpah.v5i2.1276

Abstract

Customary law in Bali is a basis or guideline in carrying out rights and obligations in an indigenous organization, including Sekaa Teruna. The form of customary law in Bali is Awig-Awig, in terms of the preparation of Awig-Awig the concept of wisdom in the community is often adopted as part of the existing peculiarities. The purpose of this writing is for to show that the concept of Tri Hita Karana is able to be synergized in the process of preparing Awig-Awig and become an important part in explaining the relationship of rights and obligations krama. From the study carried out the concept of customary legal order dibali exist in various forms such as awig, awig, perarem, eka eli kita, and others. The concept of Tri Hita Karana is often used in linking the rights and obligations of Sekaa members in the fields of parhyangan, pawongan and palemahan. In the preparation of Awig-Awig Sekaa Teruna Taman Sari is carried out synergy by using Tri Hita Karana as a foothold in describing self-sufficiency in three areas of life.
Lingkungan, Sistem Dan Konteks Komunikasi Dalam Tri Hita Karana I Made Suastika Ekasana; I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 17 No. 1 (2026): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan merupakan tempat dimana mahluk hidup beserta isinya yang saling mempengaruhi terhadap proses kehidupan. Parahayangan, Pawongan dan Parahayangan dalam ajaran Tri Hita karana dapat dijaga dengan melakukan komunikasi dengan cara mengimplementasikan ajaran Hindu yaitu: Parahayangan dengan ajaran Nawa Widha Bhakti, Pawongan dengan Tri Kaya Parisudha dan Palemahan dengan Sad Kertih. Sistem komunikasi adalah suatu cara (metode) yang teratur untuk melakukan sesuatu informasi atau hubungan dari suatu lokasi ke lokasi lain, antara seseorang atau lebih dengan pihak lain dan sistem komunikasi ini agar memperoleh atau menghasilkan keserasian antara kita sebagai manusia dengan Tuhan, antara sesama manusia maupun dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya baik biotik maupun abiotic dengan cara menumbuh kembangkan hubungan hidup dan kehidupan melalui jalan tri kaya parisudha: berfikir yang baik, berkata yang baik dan berbuat yang baik. Artikel ini bertujuan untuk mengupas tentang komunikasi lingkungan dalam konteks Tri Hita Karana. Artikel ini ditulis menggunakan metode literatur review. Hasil artikel ini menyebutkan bahwa Parahayangan, Pawongan dan Palemahan dalam ajaran Tri Hita karana dapat dijaga dengan melakukan komunikasi dengan cara mengimplementasikan ajaran Hindu yaitu: Parahayangan dengan ajaran Nawa Widha Bhakti, Pawongan dengan Tri Kaya Parisudha dan Palemahan dengan Sad Kertih.