Lenny Nuraeni
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Power Point: Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini Damaris Mega Permatasari; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.29374

Abstract

Kemampuan yang penting untuk anak usia dini pada masa ini yaitu berpikir logis. Dari pengamatan awal peneliti memahami jika kemampuan berpikir logis sangatlah penting, maka dari itu penelitian akan meneliti kemampuan berpikir logis karena kemampuan berpikir logis akan mendukung perkembangan anak di masa depan agar bisa mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah yang akan di hadapi ke depannya. Dalam menstimulus kemampuan berpikir logis dibutuhkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan media pembelajaran berbasis komputer seperti power point interaktif. Pemilihan power point interaktif melalui tema yang membahas mengenai diri anak, seperti tema diriku; perasaanku; keluargaku; dengan begitu anak akan mengenal tentang dirinya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak  usia 4-5 tahun (K1-A)  melalui media power point interaktif sedangkan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif, yang melibatkan proses analisis data yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan data. Subjek penelitian terdiri dari 13 anak yang termasuk dalam kelompok A (K1-A) di TKK Guntur BPK Penabur, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir logis pada anak-anak kelompok A (K1-A) ketika mereka menggunakan media pembelajaran power point interaktif. Dari total 13 subjek penelitian, tiga anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir logis, sementara sepuluh anak lainnya telah mencapai perkembangan yang sangat positif dalam kemampuan berpikir logis.   Logical thinking is a fundamental ability in early childhood development, as it supports children’s capacity to process information and solve problems independently. Initial observations indicated that logical thinking skills play a crucial role in supporting children’s future development; therefore, this study focuses on examining and enhancing logical thinking skills in early childhood. To stimulate logical thinking abilities, engaging learning media are required. One such medium is computer-based learning media, specifically interactive PowerPoint. The selection of interactive PowerPoint media was based on the use of themes closely related to children’s personal experiences, such as my feelings and my family, which help children develop self-understanding and logical reasoning. This study aims to improve the logical thinking skills of children aged 4–5 years (K1-A) through the use of interactive PowerPoint media. Data were collected through observation and documentation. A qualitative descriptive approach was employed, with data analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The research subjects consisted of 13 children in Group A (K1-A) at TKK Guntur BPK Penabur, Bandung City. The findings revealed a significant improvement in children’s logical thinking skills following the implementation of interactive PowerPoint learning media. Of the 13 participants, three children demonstrated a substantial increase in logical thinking abilities. In contrast, the remaining ten children showed very positive development in this area. These results indicate that interactive PowerPoint media effectively support the development of logical thinking skills in early childhood.
Interaksi Teman Sebaya Dalam Mengembangkan Perilaku Sosial Anak Usia 4-5 Tahun Di Kober Atsilah Lisnawati Lisnawati; Wikanengsih Wikanengsih; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 4 (2026): Volume 9, Number 4, July 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i4.31558

Abstract

Perilaku sosial anak sangatlah penting bagi kehidupan anak selanjutnnya. Oleh karena itu dalam mengembangkan perilaku sosialnya anak perlu di didik sejak dini. Lingkungan sekolah merupakan salah satu lingkungan dimana anak banyak berinteraksi dengan teman sebaya maupun orang lain selain keluarganya. Kemampuan perilaku sosial anak dapat dikatakan sudah berkembang dapat dilihat dari bagaimana anak melakukan kegiatan dalam kelompok, serta anak sudah mulai dapat bermain dengan teman-temannya, anak juga sudah mengerti aturan saat bermain, dan anak sudah mulai menyadari kepentingan terhadap orang lain. Tujuan penelitian ini yaitu diharapkan dengan menerapkannya interaksi teman sebaya dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat mengembangkan perilaku sosialnya dengan tepat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak usia 4-5 tahun di Kober Atsilah yang berjumlah lima peserta didik, satu tenaga pendidik dan kepala sekolah. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen observasi dan wawancara yang dianalisis dengan mereduksi data, display data, dan kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya dapat mengembangkan perilaku sosial anak usia dini dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan perilaku sosial anak.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Mozaik Pada Anak Kelompok A di Kober Tarbiyatul Aulad Anissa Siti Maulinda; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 4 (2026): Volume 9, Number 4, July 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i4.31614

Abstract

Kemampuan anak dalam motorik halus belum tercapai secara optimal. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang masih bersifat monoton, tidak kreatif dan masih terpaku pada buku-buku ataupun pada lembar kerja anak. Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada  anak maka diperlukan pembelajaran yang menarik, asik dan menyenangkan bagi anak salah satunya dengan kegiatan mozaik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A dengan kegiatan mozaik. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A di Kober Tarbiyatul Aulad yang terdiri dari 15 anak. Metode ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin terdiri dari empat komponen kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian kuantitatif dengan analisis statistika deskriftif dalam bentuk tabel, hasil analisis menggunakan statistik deskriftif kuantitatif dengan jenis nilai distribusi frekuensi. Pada prasiklus terdapat 2 anak indikator 1 yang berada pada kategori berkembang sangat baik atau 13,3%, pada siklus I sebanyak 3 anak indikator 1 dan 3 yang mencapai kategori berkembang sangat baik atau 20,0% dan pada siklus II terdapat 8 anak indikator 1 yang mencapai kategori berkembang sangat baik atau 53,3%. Maka dari itu pada kegiatan mozaik dinytakan berhasil meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di Kober Tarbiyatul Aulad.