Andrisyah Andrisyah
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Media Permainan Srabble untuk Meningkatkan Ke-mampuan Membaca Anak Usia Dini Rima Amalia; Andrisyah Andrisyah; Ratna Dwi Nurcahyani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30754

Abstract

Permainan Scrabble yaitu aktivitas yang melibatkan pengenalan kata seperti papan huruf. Permainan scrabble sangat membantu anak dalam mengenal huruf. Oleh karena itu permasalahan penelitian ini berawal dari salah satu anak usia dini yang belum bisa mengenal huruf yang ibu guru arahkan, peneliti memilih permainan Scrabble agar anak mampu menyebutkan huruf ketika ibu guru arahkan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Taggart yang langkah penelitiannya meliputi rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya yaitu kelompok B di KOBER Nurul Falah sebanyak 10 anak, dilakukan dengan dua siklus setiap siklus terdapat tiga kali pertemuan, sehingga menjadi enam kali pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa melalui media scrabble pada anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sangat baik. Terlihat pada kondisi awal/ prasiklus belum terdapat anak dengan kategori nilai bekembang sangat baik. Siklus ke-1 pada pertemuan ketiga sudah terdapat anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik dengan persentase 23%. Dan siklus ke-II setiap pertemuan terdapat anak dengan ketegori nilai berkembang sangat baik (BSB) dengan persentase 70%, pertemuan ke dua 77% dan pertemun ketiga 83%.   Scrabble is a learning activity that facilitates letter and word recognition through the use of letter boards and structured play. This medium is effective in supporting early childhood language development, particularly in letter recognition skills. This study was conducted in response to the observation that some children were unable to recognize letters as directed by the teacher. Therefore, Scrabble was selected as a learning medium to assist children in identifying and naming letters accurately. This study employed the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart model, which consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 10 Group B children at KOBER Nurul Falah. The research was conducted in two cycles, with three meetings in each cycle, resulting in a total of six meetings. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques in the form of percentages. The results demonstrated a significant improvement in children’s letter recognition abilities through the use of Scrabble media. In the pre-cycle stage, none of the children achieved the developing very well category. By the third meeting of Cycle I, 23% of the children reached this category. In Cycle II, the improvement continued, with 70% of children achieving the developing very well category in the first meeting, 77% in the second meeting, and 83% in the third meeting. These findings indicate that Scrabble media are effective in enhancing letter recognition skills in early childhood education.
Penggunaan Media Video Animasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Nur Hikmah; Andrisyah Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31117

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu pentingnya meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Mengingat bahasa reseptif merupakan modal awal untuk anak dapat mengembangkan perkembangan bahasa lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Budi Luhur, ternyata belum menggunakan media pembelajaran digital untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak. Untuk meningkatkan kemampuan reseptif tentunya saja harus menggunakan media relevan,  salah satunya media video animasi berbasis digital yang bisa digunakan dimana dan kapan saja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan deskritif kualitatif. Subjek penelitian sepuluh anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melibatkan pengurangan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Menurut temuan penelitian, dari delapan pertemuan, video animasi terbukti efektif karena tiga anak berkembang sesuai harapan dan tujuh anak berkembang sangat baik.   The background of this study is the importance of improving receptive language skills in early childhood. Receptive language serves as the foundation for children to develop other language skills. Based on observations and interviews conducted at Budi Luhur Kindergarten, digital learning media had not been utilized to improve children's receptive language skills. To enhance these skills, appropriate learning media are needed, one of which is digital-based animated video media that can be accessed anytime and anywhere. The purpose of this study was to determine the effectiveness of animated video media in improving receptive language skills in early childhood. This study employed a descriptive qualitative research method. The participants were ten children from Group B. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that, after eight learning sessions, the animated video media was effective in improving children's receptive language skills. Three children achieved the "Developing as Expected" category, while seven children achieved the "Developing Very Well" category.