Faharuddin Faharuddin
Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma (Manajemen Serangan Akut Di Tingkat Rumah Tangga) Faharuddin Faharuddin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1417

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai dengan hiperresponsivitas bronkus dan penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel. Serangan asma akut dapat terjadi secara tiba-tiba akibat paparan alergen, infeksi saluran pernapasan, aktivitas fisik, perubahan cuaca, maupun faktor pencetus lainnya. Keterlambatan dalam penanganan awal sering menyebabkan perburukan kondisi pasien sehingga meningkatkan risiko kunjungan ke instalasi gawat darurat, rawat inap, bahkan komplikasi yang mengancam jiwa. Keluarga sebagai pemberi perawatan utama di rumah memiliki peran penting dalam mengenali tanda bahaya, melakukan tindakan pertolongan pertama, memberikan obat sesuai anjuran, serta menentukan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 di salah satu wilayah kerja puskesmas dengan melibatkan 50 peserta yang terdiri atas pasien asma dan anggota keluarga sebagai caregiver. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi teknik penggunaan inhaler, simulasi penanganan serangan asma akut di rumah, diskusi kelompok, pembagian media edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Seluruh peserta mengikuti kegiatan hingga selesai. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 59,8 sebelum intervensi menjadi 92,1 setelah edukasi. Sebanyak 96,0% peserta mampu mengenali tanda awal serangan asma, 94,0% mampu mempraktikkan teknik penggunaan inhaler dengan benar, 92,0% memahami langkah-langkah penanganan awal serangan akut di rumah, 90,0% mampu mengidentifikasi faktor pencetus asma, dan 98,0% peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan kegiatan. Kesimpulan: Edukasi asuhan keperawatan pada pasien asma efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan manajemen serangan akut di tingkat rumah tangga. Penguatan peran keluarga sebagai caregiver diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan pengendalian asma, mengurangi risiko kekambuhan, serta menurunkan angka kunjungan ke fasilitas kesehatan akibat serangan asma yang dapat dicegah.
Dampak Paparan Asap Rokok Terhadap Kesehatan Perokok Pasif Dalam Keluarga Faharuddin Faharuddin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1394

Abstract

aparan asap rokok merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular. Perokok pasif adalah individu yang tidak merokok tetapi menghirup asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Dalam lingkungan keluarga, paparan asap rokok sering terjadi di dalam rumah sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada pasangan, anak, dan anggota keluarga lainnya. Paparan asap rokok terbukti berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit saluran pernapasan, penyakit kardiovaskular, kanker paru, serta gangguan kesehatan pada ibu hamil dan anak. Menganalisis dampak paparan asap rokok terhadap kesehatan perokok pasif dalam keluarga. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 150 anggota keluarga nonperokok yang tinggal serumah dengan perokok aktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Sebanyak 60,7% responden terpapar asap rokok setiap hari. Gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah batuk kronis (35,3%), infeksi saluran pernapasan akut (28,7%), sesak napas (18,0%), dan kekambuhan asma (12,7%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok di dalam rumah dengan kejadian gangguan kesehatan pada perokok pasif (p = 0,001).Paparan asap rokok dalam lingkungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan pada perokok pasif. Penerapan rumah bebas asap rokok serta edukasi mengenai bahaya asap rokok perlu ditingkatkan untuk melindungi seluruh anggota keluarga