Pengendalian persediaan merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen operasional apotek, terutama pada produk yang memiliki masa kedaluwarsa pendek atau perishable goods. Kesalahan dalam pengelolaan persediaan dapat menyebabkan terjadinya kekurangan stok yang menghambat pelayanan maupun penumpukan stok yang berisiko kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi serta kendala Apotek Jetak Farma dalam mengendalikan persediaan produk perishable goods. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi selama periode Januari hingga Maret 2026. Informan dalam penelitian ini meliputi Apoteker Penanggung Jawab Apotek (APA), tenaga teknis kefarmasian, dan staf bagian pengadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Apotek Jetak Farma mengandalkan sistem First Expired First Out (FEFO) dan pemantauan visual harian untuk mencegah kedaluwarsa produk. Keputusan pengadaan barang lebih banyak didasarkan pada intuisi dan pengalaman staf dibandingkan perhitungan matematis yang kaku. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterlambatan pengiriman dari distributor, fluktuasi permintaan pelanggan yang tidak terprediksi, serta keterbatasan sistem informasi inventaris yang masih manual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pengelolaan berbasis pengalaman cukup membantu, apotek memerlukan integrasi sistem pencatatan digital untuk meminimalkan human error.