Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR: The Relationship Between Peer Social Support and Quarter Life Crisis in Final Year Students Cyntia Manihing; Aan Devianto; Jennifa
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i2.36

Abstract

Latar Belakang: Masa emerging adulthood merupakan fase perkembangan yang dialami individu pada usia 18-29 tahun, ditandai dengan periode eksplorasi diri dan kemandirian. Pada fase ini, individu sering mengalami quarter life crisis, yaitu kondisi ketidakstabilan emosi yang ditandai dengan kecemasan dan perasaan putus asa dalam menghadapi berbagai pilihan hidup. Mahasiswa tingkat akhir rentan mengalami quarter life crisis karena adanya tuntutan untuk mempersiapkan diri dalam transisi menuju studi lanjut dan dunia kerja. Dukungan sosial teman sebaya diperlukan dalam menghadapi quarter life crisis karena dapat memberikan perasaan saling mengerti, dan simpati yang membantu mahasiswa merasa lebih diperhatikan, dihargai, dan percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 mahasiswa tingkat akhir dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dukungan sosial teman sebaya dan Quarter Life Crisis. Teknik Analisa data menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki dukungan sosial teman sebaya pada kategori sedang (36,1%) dan quarter life crisis mayoritas pada kategori sedang (41,2%). Hasil analisis Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,001 (p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,717. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta.
PENGARUH PSIKOEDUKASI TENTANG RISIKO PERKAWINAN USIA MUDA TERHADAP SIKAP PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA: The Effect of Psychoeducation About The Risks of Young Marriage on Attitudes Towards Early Marriage in Adolescents Jennifa; Cahya Fadila Nurul Aini; Aan Devianto
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.49

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan usia dini merupakan permasalahan yang terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resiko depresi berat, perceraian, kekerasan rumah tangga, putus sekolah, masalah ekonomi serta kehamilan pada usia anak. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah psikoedukasi, yaitu pemberian informasi dan pemahaman psikologis untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan remaja mengenai bahaya dan risiko pernikahan di usia muda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi tentang risiko perkawinan usia muda terhadap perubahan sikap pernikahan dini pada remaja. Program psikoedukasi dilakukan satu kali pertemuan di ruang kelas. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di SMK Tunggal Cipta Manisrenggo. Subjek penelitian siswa dan siswi kelas X dan XI Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan total 62 responden. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat yaitu menggunakan Uji Non-Parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai sikap dari 31,91 (pretest) menjadi 34,81 (posttest). Uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest dengan nilai Z = -6,487 dan p-value = 0,000 (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan perubahan sikap dari sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi tentang perkawinan usia muda terhadap sikap pernikahan dini pada remaja.