Yuda Manggala
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Daya Saing Ekspor Kelapa Kering Lima Negara Asia di Pasar Internasional Tahun 2014-2024 Yuda Manggala; Syapsan; Putri Asrina
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana tingkat daya saing ekspor kelapa kering Filipina, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, dan Malaysia di pasar internasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari berbagai sumber, antara lain dari PSA, BPS, DCS, DOA, FAO, International Coconut Comunity, dan UN Comtrade, Trade Map. Data sekunder yang digunakan berupa data time series dalam kurun waktu 11 tahun (2014-2024). Kelapa kering yang menjadi objek penelitian adalah semua jenis kelapa kering. Metode analisis data menggunakan metode analisis kuantitatif yang digunakan untuk menganalisis tingkat daya saing ekspor komoditas kelapa kering Filipina, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, dan Malaysia di pasar internasional yang meliputi: Revealed Comparative Advantages (RCA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP). Berdasarkan hasil analisis nilai rata-rata Revealed Comparative Advantage (RCA) tahun 2014-2024, lima negara Asia yaitu Filipina 103.464, Indonesia 20.179, Sri Lanka 211.852, Vietnam 4.872, dan Malaysia 1.372, yang menunjukkan tingkat keunggulan komparatif yang berbeda dalam perdagangan kelapa kering di pasar internasional. Kelapa kering Indonesia memiliki daya saing yang tinggi, dengan nilai rata-rata Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) Filipina 0,99, Indonesia 0,97, Sri Lanka 0,99, Vietnam 0,97, dan Malaysia sebesar 0,09. Hal ini mengindikasikan bahwa Filipina, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, dan Malaysia merupakan negara pengekspor komoditas kelapa kering. Hasil ISP yang positif lebih besar dari 0 mengindikasikan bahwa komoditas kelapa kering Filipina, Indonesia, Sri Lanka, Vietnam, dan Malaysia memiliki daya saing, karena nilai ekspor kelapa kering lebih besar dibandingkan nilai impor kelapa kering lima negara tersebut.