Inayatul Syatia
Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Nilai Ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa Tahun 2018-2023 Inayatul Syatia; Syapsan; Putri Asrina
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produksi CPO dalam negeri, harga CPO global, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kebijakan European Union Deforestation-Free Regulation (EUDR) terhadap nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) Indonesia ke Uni Eropa. Indonesia sebagai salah satu produsen utama CPO dunia memiliki peran penting dalam perdagangan internasional, namun adanya kebijakan lingkungan dari Uni Eropa seperti EUDR menjadi tantangan baru yang berpotensi memengaruhi kinerja ekspor. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, serta publikasi internasional terkait, dengan periode pengamatan tahun 2013–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan melalui uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial produksi CPO dalam negeri dan harga CPO global tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa, sedangkan nilai tukar rupiah dan kebijakan EUDR berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa. Kebijakan EUDR terbukti memberikan dampak negatif terhadap nilai ekspor, yang mengindikasikan bahwa pasar Uni Eropa telah bergeser menjadi pasar berbasis kepatuhan terhadap standar lingkungan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap nilai ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa peningkatan daya saing ekspor tidak hanya bergantung pada faktor ekonomi, tetapi juga pada kemampuan memenuhi standar keberlanjutan dan transparansi rantai pasok dalam menghadapi regulasi global yang semakin ketat.