Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus, salah satunya Hepatitis A dan C. Pemeriksaan enzim hati seperti SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) dan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) berperan penting dalam mendeteksi adanya kerusakan hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masing-masing gambaran kadar SGPT dan SGOT pada penderita Hepatitis A dan C di Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda pada tahun 2023 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap data sekunder dari tahun 2023-2024 sebanyak 7 penderita yang melakukan pemeriksaan SGOT dan SGPT. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan SGPT dan SGOT lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan rentang usia remaja hingga dewasa. Pada tahun 2023 ,Hepatitis A ada 1 penderita dengan jenis kelamin perempuan pada usia 25-54 tahun dan Hepatitis C ada 2 penderita laki-laki pada usia 15-24 tahun, pada tahun 2024, Hepatitis A ada 1 penderita dengan jenis kelamin laki-laki pada usia 55-80 tahun dan Hepatitis C ada 3 penderita dengan jenis kelamin laki-laki pada usia 25-54 tahun. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan kadar SGPT dan SGOT yang meningkat secara signifikan pada penderita Hepatitis A dan C sehingga terjadi kerusakan sel-sel hati yang relevan secara klinis. Oleh karena itu, pemeriksaan kedua enzim ini dapat dijadikan indikator penting dalam diagnosis, pemantauan, dan penanganan penderita Hepatitis secara lebih dini dan tepat.