Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

EFEK PEMBERIAN INFUSA DAN EKTRAK KAYU CENDANA (SANTALUM ALBUM LINN.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH RATTUS NORVEGICUS DIABETIK YANG DIINDUKSI ALOKSAN supri hartini; I Gede Andika Sukarya; Dwi Setyo Prihandono
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.455

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus saat ini mengalami peningkatan. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah penderita dan kejadian kematian yang disebabkan karena penyakit tersebut dan komplikasinya. Pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi tambahan pada kasus diabetes telah banyak dikembangkan. Salah satu ramuan tradisional maksyarakat Kalimanantan adalah penggunaan kayu Cendana (Santalum album linn). Santalum merupakan endemik di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan pengaruh pemberian infusa dan ektrak kayu cendana (Santalum album Linn.) terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan dengan pembandingan dan kombinasi metformin serta glukosa monohidrat sebagai zat induksinya. Desain penelitian pretest and postest with control group design. Besar sampel penelitian ditentukan dengan rumus Federer dan didapatkan sampel 4 ekor tiap kelompok. Semua kelompok hewan uji diinduksi dengan aloksan secara intraperitoneal. Kemudian setelah 4 hari diinduksi aloksan, dilakukan pengukuran kadar gula darah prettest yang sebelumnya telah dipuasakan selama 8 jam dengan tetap diberikan minum. Setelah pemberian perlakuan berupa control, infusa kayu cendana, ektrak kayu cendanan, kombinasi ektrak maupun infusa kayu cendana ditambah metformin selama 15 hari berturut-turut, hewan uji diukur kadar gula darah Posttest yang sebelumnya dipuasakan selama 8 jam dengan tetap diberikan minum. Hasil penelitian pemberian infusa maupun ektrak cendana (Santalum album Linn.) dapat penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) diabetik. Tidak ada efek bermakna kombinasi infusa kayu cendana (Santalum album Linn.) dengan metformin terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (Rattus norvegicus) diabetik.
PENGARUH ANTIHISTAMIN TABAT BARITO (FICUS DELTOIDEA) PADA Rattus novergicus YANG DIINDUKSI OVALBUMIN I Gede Andika Sukarya; Supri Hartini; Dwi Setyo Prihandono
Pharmaqueous : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4, Nomor 2, November 2022
Publisher : Prodi S1 Farmasi, Universitas Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/jp.v4i2.459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberuai Ekstrak Tabat Barito (Ficus deltoidea) (FD) dengan melihat perubahan Eosinofil dan C-Reactif Protein (CRP) dan peran ekstrak Ficus deltoidea (FD) sebagai antihistamin pada tikus yang di induksi ovalbumin. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Subjek penelitian yang akan digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dewasa galur Sprague dawley. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan di Laboratorium Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Tikus yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih jantan (Rattus norvegicus)dibagi 3 kelompok perlakuan masing-masing 7 ekor tikus per kelompok Tikus. Tikus kelompok pertama tanpa perlakuan sebagai kontrol. Kelompok tikus kedua injeksi dengan cairan ovalbumin sebanyak 1 ml sebagai kelompok tikus alergi. Tikus kelompok ketiga diinjeksikan ovalbumin sebanyak 1 ml dan diberikan ekstrak Ficus deltoidea (FD) melalui oral menggunakan jarum sonde dengan dosis 0,3 mg sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari. Pada hari ke-7 dilakukan pengambilan darah dan dilakukan pemeriksaan hitung jumlah eosinofil dan kadar CRP pada masing masing kelompok. Data hasil penelitian pemberian ekstrak FD nilai eosinofil 1,486 % lebih rendah dari nilai eosinofil pada tikus alergi dengan nilai 4%. Kadar CRP pada tikus diberika FD dengan rata-rata 4,286 mg/L lebih rendah dari tikus alergi sebesar 9,429 mg/L. Ada pengaruh pemberian ekstrak Ficus deltidea (FD) pada tikus alergi dengan penurunan kadar Eosinofil dan penurunan Kadar C-Reactif Protein (CRP) dibandingan dengan tikus alergi. Sehingga Tabat barito (FD) berpotensi sebagai anti alergi.
Bacterial Contamination Test on Smoked Baung Fish for Sale in Tenggarong District in 2022 Fifi Mufiana Nurrahma; I Gede Andika Sukarya; Maria Eka Suryani
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i2.3153

Abstract

Fish is a food source that contains nutrients such as protein which is very good for public consumption, but fish quickly experience a process of decay. To prevent this, a preservation process is carried out, for example by the smoking method. The purpose of this study was to determine the Total Plate Count (TPC) of smoked baung fish sold in Tenggarong District according to the standards set by SNI 2725: 2013, which cannot be > 5 x 104 CFU/g. This type of research is descriptive. The research sample is 5 smoked baung fish sold by traders in Tenggarong District and the sampling technique is total sampling. All samples were examined in duplicate. The analysis technique of this research is univariate. The results of the study of 5 samples of smoked baung fish, obtained an average TPC value of 2.4 × 104 in all samples, which means they still meet the SNI requirements.
The Effect of Giving Ketepeng (Cassia Alata L) Leaves on Allergic Mice (Mus Musculus) Skin Eosinophils Annisa Nur Rizky; I Gede Andika Sukarya; Nursalinda Kusumawati
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i9.5843

Abstract

Allergy is a disease that is a major health problem throughout the world. This research was to determine the effect of administering ketepeng leaf paste on the increase and decrease in eosinophil cells in the skin of allergic mice induced by ovalbumin. This type of research uses pure experiments (True Experiment Research) with research samples consisting of 30 male mice divided into 3 groups, namely the control group, the allergic group, and the allergic group that was given a smear of paste. The allergy group that was given the paste responded to a decrease in eosinophils on day 14 when compared to the allergy group that was not given the ketepeng leaf paste. Statistical tests using the One Way Anova test obtained a p value of 0.000. It was found that there was an effect of giving ketepeng leaf paste on reducing eosinophil cells in the skin tissue of allergic mice given ketepeng leaf paste.
GAMBARAN JUMLAH EOSINOFIL PADA MENCIT ALERGI TERHADAP PEMBERIAN DAUN SUNGKAI (Peronema canescens) Nabila Nabila; Supri Hartini; I Gede Andika Sukarya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18767

Abstract

Sel leukosit merupakan sistem imunitas dalam tubuh. Berdasarkan morfologi dan fungsinya leukosit dibedakan atas neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit dan monosit. Pengobatan tradisional dengan memanfaatkan potensi bahan alam yang memiliki beberapa keunggulan karena pengobatan secara tradisional dengan menggunakan tumbuhan dapat memperkecil efek samping yang ditimbulkan, salah satunya menggunakan daun sungkai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah sel eosinofil pada mencit alergi terhadap pemberian daun sungkai. J enis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dan rancangan desain penelitian eksperimen yang digunakan adalah Pretest and Posstest-Only Control Design karena adanya kelompok dan randomisasi. Sampel yang digunakan adalah Mencit sebanyak 27 ekor yang diambil dari populasi sampel berumur 3 bulan dengan berat badan kisaran 25-30 gram dengan total keseluruhan 35 ekor yang diambil dengan teknik pengambilan simpel random sampling acak sederhana. Sampel diberi induksi ovalbumin yang kemudian akan di diterapi dengan daun sungkai. Data primer yang telah didapatkan di analisis secara univariat dan bivariat. Hasil yang didapatkan yaitu pada kelompok mencit kontrol didapatkan jumlah sel eosinofil normal dengan jumlah 100%, pada kelompok mencit alergi tidak di berikan olesan daun sungkai didapatkan peningkatan jumlah sel eosinofil dengan presentase 100% selanjutnya pada kelompok mencit alergi yang diberikan olesan daun sungkai diperoleh penurunan jumlah sel eosinofil namun tidak semua masuk kedalam rentang nilai normal yaitu sebesar 66,8% dan yang masuk kedalam rentang nilai normal sebesar 33,2%.
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK KAYU CENDANA (Santalum album L.) TERHADAP KADAR C-REACTIVE PROTEIN (CRP) TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL SEPSIS Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Anis Hudriyah; Supri Hartini; I Gede Andika Sukarya
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i1.2482

Abstract

Sepsis merupakan kondisi klinis yang akut dan berbahaya yang disebabkan oleh serangan mikroorganisme (bakteri). Dalam penanganan sepsis membutuhkan biomarker, salah satunya adalah C-Reactive Protein (CRP) yang dapat meningkat ketika terjadinya infeksi. Ekstrak kayu cendana mengandung senyawa antibakteri dan antiinflamasi yang dapat mendenaturasikan protein pada bakteri. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui efek atau pengaruh ekstrak kayu cendana (Santalum album L.) terhadap kadar CRP tikus putih model sepsis Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen murni. Sampel penelitian ini menggunakan tikus putih sebanyak 27 ekor yang dibagi kedalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol, model sepsis MRSA, dan model sepsis MRSA yang diberi ekstrak kayu cendana. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Imunologi, Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Kaltim. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengukur efek atau pengaruh pemberian ekstrak kayu cendana terhadap kadar CRP tikus putih model sepsis MRSA. Hasil penelitian didapatkan dan dianalisis dengan uji statistik Mann-Whitney menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna (penurunan) pada kadar CRP tikus putih model sepsis yang diberi ekstrak kayu cendana dengan nilai p value 0,040. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian ekstrak kayu cendana terhadap kadar CRP pada tikus putih model sepsis MRSA. Kata Kunci: Sepsis, Kayu Cendana, C-Reactive Protein (CRP)
EFEK PEMBERIAN DAUN KETEPENG (CASSIA ALATA L) TERHADAP KADAR GAMMA-GT (GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN ALERGI Nada Sifa Sabda Nabila; I Gede Andika Sukarya; Dini Indriaty Yusran
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.20676

Abstract

Reaksi alergi merupakan sesuatu hal yang menyimpang dari tubuh yang dapat menimpa dan dirasakan oleh siapa saja baik dari bayi hingga dewasa. Reaksi alergi yang biasa terjadi yaitu munculnya rasa gatal pada mata, mata berair, dan bersin. Reaksi alergi maupun inflamasi dapat meningkatkan kadar enzim GGT (Gamma Glutamyl Transferase).  Pemeriksaan kadar GGT dapat dilakukan untuk mengetahui kelainan maupun kerusakan pada hati akibat dari terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, penyakit perlemakan pada hati dan inflamasi. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis efek pemberian daun ketepeng (Cassia Alata L) terhadap kadar Gamma-GT (Gamma Glutamyl Transferase) pada mencit (Mus Musculus) jantan alergi. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi sebagai petanda alergi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni (True Experimen Reseacrh) dengan desain Pretest and Posttest-Only Control Group Design dengan menggunakan 27 ekor hewan coba berupa mencit jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok mencit kontrol, kelompok mencit yang diinduksi dengan ovalbumin, dan kelompok mencit alergi yang diberi olesan daun ketepeng. Analisa data menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi dengan nilai p=0.000 (P-value 0.05). Kesimpulannya yakni terdapat efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KAYU CENDANA (SANTALUM ALBUM LINN) TERHADAP EOSINOFIL PADA PERMUKAAN KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) ALERGI Anggi Nuraini Anfida; I Gede Andika Sukarya; Maulida Julia Saputri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20713

Abstract

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas akibat paparan alergen yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi dengan ditandai meningkatnya jumlah eosinofil. Minyak atsiri dari batang cendana mempunyai kandungan saskuiterpena lebih dari 90% dengan santalol sebagai komponen utamanya yang dapat meredakan peradangan dan berpotensi sebagai antiinflamasi. Kebaruan penelitian ini melakukan uji ekstrak kayu cendana terhadap eosinofiil pada permukaan kulit mencit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kayu cendana (Santalum album L.) terhadap eosinofil pada permukaan kulit mencit (Mus musculus) alergi. Eksperimen ini memakai 27 mencit jantan berumur 12 minggu dengan massa 20-30 gram dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 : mencit kontrol, 2 : mencit alergi, 3 : mencit alergi yang diberi ekstrak kayu cendana. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dan pemberiannya dilakukan secara oral selama 7 hari kemudian dilakukan pengambilan jaringan kulit pada hari ke 8 untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah eosinofil terdapat perubahan signifikan dengan nilai P 0,00 (P-value 0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat pengaruh pemberian esktrak kayu cendana terhadap eosinofil pada permukaan kulit mencit alergi.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Ketepeng (Cassia alata L) Terhadap Hitung Jenis Sel Leukosit Pada Mencit (Mus muculus) Alergi Yang Diinduksi Ovalbumin Ardiansyah, Ardiansyah; Wiyadi, Wiyadi; Sukarya, I Gede Andika
Sains Medisina Vol 2 No 1 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit alergi di negara berkembang sebesar 20% bahkan lebih meningkat pada dekade terakhir, sehingga menjadi masalah serius di dunia kesehatan. Alergi biasanya ditandai dengan meningkatnya kadar eosinofil dalam darah. Pengobatan yang sering digunakan untuk meredakan reaksi alergi adalah methylprednisolone yang merupakan obat golongan kortikosteroid. Daun ketepeng cina mempunyai kandungan seperti alkaloid, saponin, tanin, karbohidrat, steroid, antrakuinon, dan flavonoid. Flavonoid dalam daun ketepeng cina memiliki manfaat sebagai antibakteri, antioksidan, antiinflamasi dan antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun ketepeng (Cassia alata L) terhadap hitung jenis sel leukosit pada mencit (Mus muculus) alergi uang di induksi ovalbumin. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (True Experimen Research). Rancangan desain penelitian adalah Posstest-Only Control Design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok diinduksi ovalbumin dengan pemberian ekstrak daun ketepeng, kelompok diinduksi ovalbumin dengan pemberian obat Methylprednisolone, kelompok diinduksi ovalbumin dan kelompok kontrol. Data analisa yang digunakan One way Anova dengan data yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menjelaskan hasil yang menunjukkan kelompok mencit alergi dengan pemberian ekstrak daun ketepeng tidak terdapat perbedaan yang signifikan p value >0,05. Pada penelitian disimpulkan bahwa ekstrak daun ketepeng tidak memiliki pengaruh dalam menekan reaksi alergi.
GAMBARAN KADAR CRP PADA MENCIT ALERGI SETELAH TREATMENT INFUSA DAUN KETEPENG Firmansyah, Adi; I Gede Andika Sukarya; Suryanata Kesuma
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v14i27.269

Abstract

Allergy is a hypersensitivity reaction that arises due to exposure to allergens. Allergens will bind to IgE attached to mast cells and cause these cells to release various chemicals in the blood. One of them is, histamine which causes most allergic reactions. Allergic reactions can cause inflammation or inflammation. Inflammatory stimulation will later stimulate the release of C-Reactive Protein (CRP). CRP is an inflammatory maker that is produced and synthesized in the liver. Ketepeng leaf infusion has the potential to stimulate an immune response because it contains chemical compounds, namely alkaloids, saponins, flavonoids, tannins, and anthracino. Flavonoids contained in this plant function to provide anti-inflammatory, antiallergic, antioxidant and antifungal effects. The purpose of this study was to determine the effectiveness of ketepeng leaves (Cassia alata L) by examining CRP (C-Reactive Protein) levels in Ovalbumin-allergic mice (Mus musculus). This type of research is Univariate, which is a method for making an overview of the state of the object being examined through data or sampling samples. The results of this study found that in group 2 after being given ovalbumin, CRP levels increased by 181.33 mg/L and in group 3, after being given ketepeng leaf infusion, CRP levels decreased by 48 mg/L. The conclusion of this study is that ketepeng leaf infusion can reduce CRP levels in mice with ovalbumin allergy and there is an effect of increasing CRP levels in mice given ovalbumin of 181.33 mg/L and a decrease in CRP levels after the treatment of ketepeng leaf infusion of 48 mg/L .