Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian lokal, termasuk di Kelurahan Nyapah, namun pelaku usahanya masih banyak yang bertumpu pada pemasaran konvensional dari mulut ke mulut sehingga jangkauan pasar terbatas dan daya saing rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisa proses, hasil dan tantangan digitalisasi UMKM sebagai bentuk inovasi pemasaran di Kelurahan Nyapah, sekaligus merumuskan rekomendasi pengembangan berkelanjutan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan metode pengabdian kepada masyarakat, meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM dan perangkat kelurahan, dokumentasi, serta sosialisasi pendampingan penerapan media digital berupa marketplace, Google Maps Bisnis, aplikasi desain Canva, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), dan katalog digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas UMKM Nyapah belum memiliki akun media sosial bisnis, belum terdaftar di peta digital, dan bertransaksi secara tunai sepenuhnya. Setelah pendampingan, terjadi peningkatan visibilitas usaha, perluasan jangkauan konsumen di luar wilayah kelurahan, kemudahan transaksi nontunai, serta penguatan citra merek melalui konten visual yang lebih profesional. Kendala yang masih dihadapi meliputi keterbatasan literasi digital, dan konsistensi pengelolaan akun pascapendampingan. Kegiatan pengabdian ini merekomendasikan pendampingan berkelanjutan, pembentukan kelompok UMKM digital, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kelurahan, perguruan tinggi, dan platform digital untuk menjaga keberlanjutan program.