Firra Fiqriyah
Universitas Esa Unggul

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perencanaan Keuangan dan Analisis Kelayakan Investasi B-Flesa Sebagai Usaha Pangan Fungsional Berbasis Fermentasi Firra Fiqriyah; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2161

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur perencanaan keuangan, proyeksi kinerja, dan kelayakan investasi B-FLESA sebagai usaha pangan fungsional berbasis fermentasi. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari dokumen financial plan B-FLESA tahun 2026, meliputi investasi awal, proyeksi pendapatan, harga pokok produksi, laba rugi, posisi keuangan, dan arus kas selama lima tahun. Analisis dilakukan melalui pertumbuhan pendapatan, margin laba, arus kas operasi, return on investment (ROI), net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period. Hasil menunjukkan kebutuhan investasi awal sebesar Rp5,845 miliar dan total kebutuhan modal tahun pertama sebesar Rp11,025 miliar. Pendapatan diproyeksikan meningkat dari Rp5,928 miliar pada tahun pertama menjadi Rp42,482 miliar pada tahun kelima. Usaha diperkirakan mencapai laba pada tahun ketiga dan menghasilkan laba bersih Rp8,686 miliar pada tahun kelima. Berdasarkan perhitungan ulang menggunakan laba bersih kumulatif terhadap investasi awal, ROI mencapai 208,41%. Dokumen financial plan melaporkan NPV positif Rp4,400 miliar pada tingkat diskonto 10%, IRR 22,4%, dan payback period 4,03 tahun. Temuan menunjukkan B-FLESA berpotensi layak dikembangkan, tetapi kelayakannya sangat bergantung pada realisasi penjualan, stabilitas harga bahan baku, pengendalian produk kedaluwarsa, dan konsistensi rantai dingin.