This Author published in this journals
All Journal TEKNIK
Bambang Setioko
Program Studi Magister Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Hayam Wuruk 5, Kampus Undip Pleburan, Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI INTEGRASI TATA GUNA LAHAN PADA KAWASAN WATERFRONT DEVELOPMENT (Studi Kasus: Kanal Banjir Barat Semarang) Rizkya Ayu Puspitasari; Bambang Setioko; Edward Endrianto Pandelaki
TEKNIK Vol 36, No 1 (2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.982 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v36i1.6716

Abstract

Kawasan waterfront merupakan suatu kawasan dinamis yang memiliki kontak fisik dan visual dengan air laut, sungai, danau, dan badan air lainnya. Kawasan ini memiliki potensi tersendiri untuk dikembangkan melalui suatu waterfront development. Sebagai salah satu kanal besar di Semarang, Kanal Banjir Barat dikembangkan menjadi kawasan waterfront yang diberi nama “Semarang New Waterfront” Kawasan ini direncanakan dengan fungsi recreational and historical waterfront. Untuk fungsi rekreasi sudah cukup terpenuhi, namun sayangnya masih terdapat berbagai kekurangan, salah satunya belum ditunjang oleh fasilitas yang memadai. Kurang beragamnya aktivitas yang tercipta serta tidak adanya karakter yang khas juga mempengaruhi minat pengunjung untuk datang. Sedangkan untuk fungsi sejarah belum mampu tercipta. Beragam masalah tersebut diyakini memberi pengaruh terhadap keberhasilan kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh integrasi tata guna lahan terhadap keberhasilan “Semarang New Waterfront” development. Metode kuantitatif rasionalistik digunakan dengan pengumpulan data melalui studi literatur, kuesioner, dan observasi lapangan. Analisis data menggunakan analisis statistik dengan uji regresi menggunakan SPSS 21.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh integrasi tata guna lahan terhadap keberhasilan Semarang New Waterfront development sebesar 42,4%.[Perception of Integrated Land Use in The Area Waterfront Development (Case Study: West Flood Canal Semarang)] A dynamic area which has physical and visual contact with sea, river, lake, and other water’s bodies is called waterfront. This area has a potency to be developed through waterfront development. As one of big canals in Semarang, West Floodway was developed as a waterfront called “Semarang New Waterfront”. It was planned with the function of recreational and historical waterfront. This area can fulfill the recreational function, but unfortunately there are still some shortages, such as the amount of amenities. The lack of the diversity of activities and unique character also influence people interest to come. Meanwhile, the historical function also can’t be sensed yet. Those problems are believed give impact to the success of this waterfront. This research aims to know the influence of land use integration to the success of “Semarang New Waterfront” development. A quantitative rationalistic method is used with data collection by literature study, questionnaires, and field observations. While the method of data analysis use statistical analysis by regression test using SPSS 21.0 for windows. This research shows that there is influence of land use integration to the success of "Semarang New Waterfront" development as amount as 42.4%. 
PENGARUH ACTIVITY SUPPORT TERHADAP KAWASAN PECINAN SEMARANG DI MALAM HARI Stella Prita Anugeraheni; R. Siti Rukayah; Bambang Setioko
TEKNIK Vol 36, No 1 (2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.403 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v36i1.7264

Abstract

Koridor Gang Warung merupakan koridor yang berada di kawasan perdagangan dan jasa ini terletak di kawasan pecinan yang merupakan kawasan bersejarah yang juga dikenal dengan sebutan “seribu kelenteng”. Keadaan lingkungan ini memiliki perbedaan pada saat malam hari. Keberadaan activity support pada malam hari berupa Waroeng Semawis merupakan salah satu kegiatan pendukung yang memiliki tujuan yakni mengembalikan fungsi kawasan pada malam hari yang mempengaruhi pada karakter visual yang muncul dari bangunan sekitarnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh activity support berupa bazaar malam terhadap karakter visual kawasan pecinan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif rasionalistik dengan menggunakan analisa deskriptif dan pengujian regresi karena tujuan dari penelitian ini adalah menggali informasi mengenai pengaruh kegiatan activity support. Metode ini digunakan karena adanya perbedaan penilaian dan persepsi individu terhadap karakter visual yang disebabkan oleh activiy support pada malam hari. Adanya activity support berupa Waroeng Semawis dapat memberikan kontribusi dalam pengenalan karakter pecinan di koridor gang warung ini dengan keramaian dan beberapa kegiatan di dalamnya, yang tentunya diperkuat dengan adanya pencahayaan yang berasal dari kios, sehingga memunculkan kegiatan yang memberi kesan penciptaan karakter visual kawasan.[Influence of Activity Support Towards Visual Characteristic of Chinatown at Night] Gang Warung corridor is a corridor in the area of trade and services, that located in the Chinatown area which is a historical district which is also known as the "thousand temples". It has a different environmental conditions during the night. The existence of support activity at night in the form of Waroeng Semawis is one of the supporting activities that have the purpose of restoring the function of the area at night which affect the visual character of the surrounding buildings appear. This study has the purpose to determine the effect of a support activity to the night bazaar area of the visual character of Chinatown. Quantitative is the method used with rationalistic method using descriptive analysis and regression testing for the purpose of this study is to explore the influence of information on the activities of the activity support. This method is used because of differences in assessment and individual's perception of the visual character caused by activity support during the night. The existence of a activity support, Waroeng Semawis can contribute in Chinatown characteristic recognition in this shop alley corridor with the crowd and some of the activities in it, which is certainly reinforced by the lighting coming from the stall. Giving rise to activities that provide for the creation of visual character of the area.