p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TEKNIK
Sukamta Sukamta
Departemen Teknik Sipil, Universitas Diponegoro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Nilai Lugeon dan Grout Take Berdasarkan Hasil Trial Grouting pada Sandaran Kanan Bendungan Ameroro untuk Mengidentifikasi Korelasi Nilai Lugeon dengan Kondisi Geologi Batuan Pondasi Zhafarina Malaha Nasmiarta; Suharyanto Suharyanto; Sukamta Sukamta; Agung Permana
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59324

Abstract

Pondasi Bendungan Ameroro tersusun dari batuan metamorf sekis yang memiliki sebaran kekar terbuka dengan jarak spasi rata-rata 12,5 cm dan bukaan kekar 1-5 cm. Hal tersebut dapat berpotensi terjadinya rembesan air melalui sela-sela rekahan sehingga diperlukan adanya perbaikan pondasi pada Bendungan Ameroro dengan metode grouting. Sebelum dilakukan pekerjaan grouting, dilakukan pekerjaan trial grouting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi nilai lugeon dengan kondisi geologi batuan pondasi. Metode yang dilakukan adalah uji permeabilitas (uji lugeon). Dari hasil uji lugeon, di lubang pilot, lubang primer dan lubang sekunder menunjukkan bahwa semakin dalam lubang trial grouting, nilai lugeon akan semakin kecil sedangkan semakin besar nilai lugeon, grout take akan semakin besar. Namun, pada lubang cek terdapat nilai lugeon yang masih tinggi di kedalaman 10 meter yaitu 5,17 – 8,14, di kedalaman 20 – 25 meter juga memiliki nilai yang tinggi yaitu 4,86. Hal ini sesuai dengan peta geologi pada sandaran kanan sedalam 35 meter memiliki struktur batuan yang kurang bagus sehingga memiliki nilai lugeon cukup tinggi dan besar grout take tinggi.
Studi Potensi Saddle Area di Bendungan Budong Budong Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Irfan Baharudin; Sukamta Sukamta; Yudo Prasetyo
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59153

Abstract

Analisis berbasis sistem informasi geografis (SIG) dapat memecahkan permasalahan teknis di bidang konstruksi, khususnya bendungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui area dengan elevasi lebih rendah dari muka air banjir (MAB) di Bendungan Budong-Budong. Metode yang digunakan adalah analisis  SIG  dengan melakukan overlay dari data spasial yaitu data DEMNAS, area genangan waduk, DAS, sungai dan anak sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis overlay dapat mendeteksi 5 lokasi dengan elevasi di bawah MAB (4 lokasi di sungai dan 1 lokasi di hutan). Survei validasi dilakukan untuk memastikan elevasi di lapangan menggunakan gps handheld pada titik yang berada di hutan. Hasil validasi menunjukkan elevasi di lapangan 70,98 m dimana sudah diatas MAN tetapi masih terdapat selisih elevasi dengan MAB. Selisih elevasi tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap operasional maupun keamanan Bendungan Budong-Budong. Penelitian ini menunjukkan bahwa analisis SIG, khususnya analisis overlay, dapat menjadi solusi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dengan berbasis data spasial yang ada.
Metode Pemasangan Instrumen Keamanan Bendungan Lausimeme Henu Satya Aliputa; Sukamta Sukamta; Hari Nugroho
TEKNIK Vol 45, No 1 (2024)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/teknik.v45i1.59938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat metode pemasangan instrumen keamanan Bendungan Lausimeme sesuai gambar kerja (shopdrawing) dan keadaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 Piezometer Vibrating Wire (PVW), 4 Inklinometer, 4 Multilayer Settlement, dan 8 Open Standpipe Piezometer dipasang dengan pengeboran. Total kedalaman pengeboran untuk pemasangan instrumen adalah 438,92 m. Sebanyak 42 PVW, 9 Crest Settlement Survey Point, dan 21 Surface Settlement Survey Point dipasang bersamaan tubuh bendungan. Sebanyak 1 Seepage Measuring Device, 1 Seismograf dan 1 Observation Well dipasang diluar tubuh bendungan. Tahapan umum pemasangan dengan pengeboran dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik pengeboran, pengeboran, pemasangan instrumen, pembacaan instrumen, pengisian lubang bor, dan penempatan pipa/kabel. Pemasangan instrumen bersamaan dengan tubuh bendungan dimulai dengan persiapan instrumen, marking titik, pemasangan instrumen, dan pembacaan instrumen. Instrumen observation well yang dipasang diluar tubuh bendungan memiliki tahap yang sama seperti pisometer pipa terbuka. Seepage measuring device dan seismograf memiliki tahap pekerjaan yang bervariasi. Sumber daya utama yang diperlukan untuk pengeboran adalah tim pengeboran, material pengisi lubang bor, dan 1 set alat bor kering. Sumber daya utama untuk pemasangan bersamaan dengan tubuh bendungan adalah waterpass dan handtamper. Kontraktor harus menyiapkan sumberdaya yang dibutuhkan 1 bulan sebelum pekerjaan dimulai.