Siti Afifatun
STAI Ibnu RUSD Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PERAN MASJID DALAM PEMBINAAN SOSIAL DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PENDAMPINGAN REMAJA MASJID M. Makhrus Ali; Irsyadunnas Irsyadunnas; Sinta Larasati; M. Farid Adnan Japar; Anhar Anhar; Siti Afifatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36171

Abstract

Abstrak: Masjid memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Namun, peran ini sering belum dioptimalkan secara maksimal, terutama di kalangan remaja masjid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas remaja masjid dalam mengelola program keagamaan dan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan meliputi pelatihan manajemen organisasi, pendampingan perencanaan kegiatan, serta evaluasi program. Kegiatan ini melibatkan 50 remaja masjid yang mengikuti pelatihan dan pendampingan selama 6 bulan. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan wawancara mendalam, serta penilaian kinerja berdasarkan indikator seperti peningkatan keterampilan manajerial, kepemimpinan, dan penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan remaja masjid, dengan 80% peserta melaporkan peningkatan keterampilan dalam perencanaan dan pengelolaan program, serta kemampuan komunikasi yang lebih baik. Selain itu, 75% peserta berhasil mengimplementasikan program sosial-keagamaan yang melibatkan masyarakat sekitar secara aktif, seperti kegiatan bakti sosial dan kelas baca Al-Qur'an. Dengan demikian, program ini berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan membekali remaja masjid dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola program keagamaan dan sosial secara efektif dan berkelanjutan.Abstract: Mosques play a strategic role not only as places of worship but also as centers for social development, education, and community empowerment. However, this role is often under-optimized, especially among mosque youth. This community service activity aims to strengthen the capacity of mosque youth in managing religious and social programs that have a positive impact on the surrounding community. The methods used include organizational management training, activity planning assistance, and program evaluation. This activity involved 50 mosque youth who participated in the training and mentoring for six months. Evaluation was conducted through questionnaires and in-depth interviews, as well as performance assessments based on indicators such as improved managerial skills, leadership, and the use of digital technology in activity management. The results of the activity showed a significant increase in the capabilities of mosque youth, with 80% of participants reporting improved skills in program planning and management, as well as improved communication skills. In addition, 75% of participants successfully implemented socio-religious programs that actively involved the surrounding community, such as community service activities and Quran reading classes. Thus, this program successfully strengthened the role of mosques as centers for community development and equipped mosque youth with the skills necessary to manage religious and social programs effectively and sustainably.
PEMBERDAYAAN KOLABORATIF DALAM MEMBANGUN BUDAYA ISLAMI DI SEKOLAH: PENDEKATAN PARTISIPATIF ANTARA GURU, ORANG TUA, DAN MASYARAKAT Melisa Sajadah; Ida Noverta; Wisna Meri; M. Khoirisun; Meri Hartati; Siti Afifatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36170

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran kolaboratif antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk budaya Islami di lingkungan sekolah. Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi utama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan partisipatif, dengan melibatkan 150 peserta yang terdiri dari guru, orang tua, dan anggota masyarakat. Kegiatan ini dimulai dengan tahap identifikasi masalah, diikuti dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan analisis diskusi kelompok terarah (FGD) untuk menilai dampak dari kegiatan yang dilakukan. asil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam partisipasi orang tua, dengan 70% orang tua terlibat aktif dalam kegiatan sekolah setelah pelaksanaan program. Terbentuknya komunikasi yang harmonis antara pihak sekolah dan masyarakat, serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya pendidikan berlandaskan nilai keislaman tercermin dalam 80% responden yang melaporkan adanya peningkatan hubungan sosial dan spiritual. Selain itu, budaya religius yang terbentuk juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan berkarakter. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan kasus pelanggaran tata tertib siswa hingga 40% dibandingkan sebelum program dijalankan. Dengan demikian, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci utama dalam menciptakan budaya sekolah Islami yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi perkembangan moral serta spiritual peserta didik. Abstract: This community service activity aims to strengthen the collaborative role between teachers, parents, and the community in shaping an Islamic culture within the school environment. Community empowerment is a key strategy for creating an educational ecosystem that focuses not only on academic aspects but also on the development of character and noble morals in students. This study used a participatory approach, involving 150 participants consisting of teachers, parents, and community members. The activity began with a problem identification stage, followed by outreach, training, and mentoring. Evaluation was conducted through direct observation, interviews, and analysis of focus group discussions (FGDs) to assess the impact of the activities carried out. The results of the activity showed a significant increase in parental participation, with 70% of parents actively involved in school activities after the program implementation. The establishment of harmonious communication between the school and the community, and growing awareness of the importance of education based on Islamic values, were reflected in 80% of respondents who reported improved social and spiritual relationships. Furthermore, the established religious culture also encouraged the creation of a comfortable, safe, and character-based learning environment. Evaluation results show a 40% decrease in student disciplinary violations compared to before the program was implemented. Thus, cross-stakeholder collaboration is key to creating a sustainable Islamic school culture that has a broad impact on students' moral and spiritual development.