Vito Ardian Hananto
Program Studi Agroteknologi, Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI AMPAS KOPI DAN KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA Theresa Dwi Kurnia; Stefanus Yongki W. P.; Vito Ardian Hananto; Prengki Sadiki; Alya Ovy Rachmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.39717

Abstract

Abstrak: Petani di salah satu desa mitra masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap pupuk kimia, rendahnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, serta menghadapi masalah serangan hama uret dan kurangnya pemahaman mengenai kondisi pH tanah yang menghambat optimalisasi unsur hara. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan kesuburan tanah serta pemanfaatan limbah ampas kopi dan kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati. Program dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan metode partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan POC, pengukuran pH tanah secara langsung, dan aplikasi pada lahan demplot hortikultura. Mitra kegiatan adalah 20 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan lebih dari 50 petani di desa mitra tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi langsung serta analisis pre-test dan post-test menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 8 butir soal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat, di mana rata-rata skor jawaban benar meningkat dari 6,3 menjadi 7,35. Selain itu, aplikasi POC pada lahan demplot memberikan hasil positif dengan tingkat keberhasilan hidup bibit mencapai 90%, jauh lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa POC yang hanya mencapai 55%.Abstract: Farmers in one of the partner villages still exhibit a high dependency on chemical fertilizers, low utilization of household organic waste, and face challenges such as uret (white grub) pest infestations and a lack of understanding regarding soil pH conditions, which hinders nutrient optimization. This activity aims to enhance the community's knowledge and skills in managing soil fertility and utilizing coffee grounds and shallot skin waste as liquid organic fertilizer (LOF) and botanical pesticides. The program was implemented through a Student Community Service (Kuliah Kerja Nyata / KKN) scheme using a participatory method that included counseling, LOF production training, direct soil pH measurement, and application on horticulture demonstration plots. The partners for this activity consisted of 20 members of the Women Farmers Group (KWT) and more than 50 local farmers. Evaluation was conducted through direct observation as well as pre-test and post-test analyses using an 8-item questionnaire instrument. The results of the activity showed a significant increase in community understanding, with the average score of correct answers rising from 6.3 to 7.35. Furthermore, the application of LOF on the demonstration plots yielded positive results, achieving a seedling survival rate of 90%, which is substantially higher than the treatment without LOF, which only reached 55%.