Arin Setiyowati
Perbankan Syariah, Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEWUJUDKAN DESA MELEK KEUANGAN SYARIAH MELALUI BUDAYA BERDERMA DENGAN CELENGAN FILANTROPI Arin Setiyowati; Salma Nadia Salsabilla; Krisdianto Krisdianto; Fahriza Nahdya Putri; Galuh Melati Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30150

Abstract

Abstrak: Pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap praktik keuangan sosial syariah menjadi alasan utama pelaksanaan kegiatan ini, mengingat potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang besar dalam mengurangi ketimpangan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill dan hardskill mitra dalam memahami konsep dan praktik berderma melalui program Celengan Filantropi. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 32 orang mitra dari masyarakat Desa Ngemboh Gresik. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi dan angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar 85%, yang mencerminkan efektivitas pendekatan edukatif dan praktik dalam membudayakan kebiasaan berderma di lingkungan masyarakat.Abstract: The importance of building public awareness of Sharia social finance practices is the main reason for the implementation of this activity, considering the significant potential of zakat, infak, and sedekah (ZIS) in reducing social inequality. This activity aims to enhance the soft skills and hard skills of partners in understanding the concept and practice of philanthropy through the Philanthropy Piggy Bank program. The methods used include lectures, hands-on practice, and focus group discussions (FGD) designed participatively. This activity involved 32 partner participants from the community of Ngemboh Village, Gresik. The evaluation was conducted using observations and questionnaires before and after the activity. The evaluation results show an 85% increase in understanding and skills, reflecting the effectiveness of the educational and practical approach in cultivating the habit of charity within the community.
STRATEGI PENINGKATAN LITERASI HALAL DALAM MEMBANGUN HALAL AWARENESS TERHADAP KONSUMSI PRODUK FASHION Dikky Syadqomullah; Erdin Nadid; Arin Setiyowati; Fatkur Huda; Indah Dwita Putri Lestari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41310

Abstract

Abstrak: Penelitian mengenai literasi halal pada konsumsi produk fashion umumnya berfokus pada hubungan antara literasi halal, halal awareness, dan keputusan pembelian, sementara penelitian yang mengembangkan strategi peningkatan literasi halal berbasis organisasi keagamaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat literasi halal, halal awareness, serta merumuskan strategi peningkatan literasi halal pada konsumsi produk fashion di kalangan aktivis Muhammadiyah Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang diperkuat wawancara mendalam terhadap sepuluh informan. Data kuantitatif diperoleh dari 30 responden menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi halal berada pada kategori tinggi (mean = 4,20) dan halal awareness pada kategori sangat tinggi (mean = 4,30), meskipun kemampuan mengidentifikasi aspek kehalalan produk fashion masih perlu ditingkatkan. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan kerangka strategi literasi halal yang mencakup edukasi kontekstual, transparansi informasi dan sertifikasi halal, optimalisasi media digital, serta integrasi nilai halal dalam halal lifestyle.Abstract: Previous research studies on halal literacy in fashion consumption have primarily examined the relationships among halal literacy, halal awareness, and purchasing decisions, while limited attention has been given to developing strategic models for enhancing halal literacy within religious organizations. This study aims to analyze the level of halal literacy and halal awareness and to formulate strategies for improving halal literacy among Muhammadiyah activists in Surabaya regarding fashion product consumption. A descriptive quantitative approach was complemented by in-depth interviews with ten informants. Quantitative data were collected from 30 respondents using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics, while qualitative data were examined using content analysis. The findings reveal that halal literacy was at a high level (mean = 4.20) and halal awareness at a very high level (mean = 4.30), although respondents' ability to identify the halal aspects of fashion products remains limited. The main contribution of this study is the development of a halal literacy strategy framework encompassing contextual education, information transparency and halal certification, digital media optimization, and the integration of halal values into a halal lifestyle.