Abstrak: Edelweiss Hospital Cianjur sebelumnya masih menggunakan sistem penilaian kinerja karyawan secara manual, sehingga proses penilaian memakan waktu lebih lama, membuka ruang subjektivitas, dan menyulitkan audit hasil penilaian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Modul HR Appraisal berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) agar alur penilaian, sistem pembobotan, dan dokumentasi hasil berjalan lebih terstandar. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, konfigurasi modul, sosialisasi dan pendampingan awal bagi 34 peserta (karyawan, manajer, staf HR) di Edelweiss Hospital Cianjur, serta evaluasi berbasis log basis data periode Januari 2025-Maret 2026. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai tata kelola operasional: seluruh 467 penilaian (100%) kini tercatat dan dapat ditelusuri dalam basis data terpusat, dibandingkan proses manual sebelumnya yang tersebar dan tidak terdokumentasi. Modul digunakan oleh 227 dari 262 karyawan target (adoption rate 86,6%), dengan penggunaan berulang pada 182 karyawan yang menunjukkan keberlanjutan pemakaian pada periode penilaian berikutnya. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi penilaian kinerja meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi tata kelola SDM di lingkungan mitra.Abstract: Edelweiss Hospital Cianjur previously relied on a manual employee performance appraisal process, making assessment slower, more vulnerable to subjectivity, and difficult to audit. This community service program aimed to implement an Enterprise Resource Planning (ERP)-based HR Appraisal Module to standardize the appraisal workflow, weighting mechanism, and documentation of results. The implementation method included needs analysis, module configuration, initial socialization and mentoring for 34 participants (employees, managers, HR staff) at Edelweiss Hospital Cianjur, and evaluation based on database logs from January 2025 to March 2026. Evaluation results show an increase in operational governance value: all 467 appraisal records (100%) are now logged and traceable in a centralized database, compared to the previously scattered and undocumented manual process. The module was used by 227 of 262 targeted employees (86.6% adoption rate), with repeat usage recorded among 182 employees, indicating sustained use in subsequent appraisal cycles. These findings indicate that digitizing performance appraisal improves accountability and the operational efficiency of HR governance at the partner institution.