Seno Adi Putra
Program Studi Sistem Informasi, Universitas Telkom

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI DIGITAL MANAJEMEN ASET DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI DENGAN PENDEKATAN EVALUASI EMPIRIS Fadhil Muhammad Akbar; Seno Adi Putra; Muhammad Amin Failasuf
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40363

Abstract

Abstrak: Tata kelola aset yang bergantung pada pencatatan manual pada divisi Layanan Komputer dan Alat (LKA) PT Kwarsa Hexagon, sebuah perusahaan jasa konsultan yang berlokasi di Bandung, memicu tingginya risiko galat data (human error) serta hilangnya visibilitas inventaris. Mitra sasaran kegiatan ini adalah empat orang staf pengelola divisi LKA selaku pengguna akhir sistem. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan hard skill staf mitra dalam mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen Aset berbasis web, sekaligus menumbuhkan soft skill berupa kemandirian dan budaya kerja digital dalam mengelola administrasi aset. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu pra-kegiatan berupa penggalian dan validasi kebutuhan, pelaksanaan berupa pembangunan sistem dengan pendekatan hybrid (prototyping dan waterfall) yang dilanjutkan sosialisasi serta pendampingan simulasi langsung, dan evaluasi. Keberhasilan program sengaja tidak mengandalkan kuesioner atau uji statistik, melainkan diukur secara empiris melalui pemantauan rekam jejak (log) aktivitas basis data pasca-pelatihan selama tiga bulan operasional harian. Hasil pemantauan membuktikan tingkat adopsi sistem yang tinggi: tanpa intervensi teknis lanjutan, staf LKA berhasil mendigitalisasi 145 entri aset baru ke dalam sistem, dan keberlanjutan operasional divalidasi oleh 657 log pembaruan status inventaris. Peningkatan aktivitas digital ini mengonfirmasi lompatan keterampilan staf LKA dalam beralih dari budaya kerja manual menuju ekosistem pengarsipan yang efisien, transparan, dan real-time.Abstract: Asset management relying on manual recording at the Computer and Equipment Services (LKA) division of PT Kwarsa Hexagon, a consulting firm located in Bandung, triggers data entry errors and obscures inventory visibility. The target partners of this activity are four management staff of the LKA division as end-users of the system. This community service program aims to enhance the partner staff's hard skills in operating a web-based Asset Management Information System, while cultivating soft skills in the form of independence and a digital work culture in managing asset administration. The program was carried out in three stages: pre-activity requirement elicitation and validation, implementation involving system development with a hybrid approach (prototyping and waterfall) followed by socialization and hands-on simulation mentoring, and evaluation. Rather than relying on questionnaires or statistical tests, program success was evaluated empirically by analyzing database activity logs over three months of post-training daily operations. The results revealed a high system adoption rate: without continuous technical intervention, the LKA staff successfully digitized 145 new asset entries, while operational sustainability was validated by 657 status update logs. These empirical metrics confirm a significant leap in the staff's technical proficiency, shifting from paper-dependent routines toward an efficient, transparent, and real-time archiving ecosystem.
IMPLEMENTASI MODUL HR APPRAISAL BERBASIS ERP UNTUK PENGUATAN TATA KELOLA PENILAIAN KINERJA SDM RUMAH SAKIT Ilman Manarul Qori; Seno Adi Putra; Fadil Alviqih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40437

Abstract

Abstrak: Edelweiss Hospital Cianjur sebelumnya masih menggunakan sistem penilaian kinerja karyawan secara manual, sehingga proses penilaian memakan waktu lebih lama, membuka ruang subjektivitas, dan menyulitkan audit hasil penilaian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Modul HR Appraisal berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) agar alur penilaian, sistem pembobotan, dan dokumentasi hasil berjalan lebih terstandar. Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, konfigurasi modul, sosialisasi dan pendampingan awal bagi 34 peserta (karyawan, manajer, staf HR) di Edelweiss Hospital Cianjur, serta evaluasi berbasis log basis data periode Januari 2025-Maret 2026. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai tata kelola operasional: seluruh 467 penilaian (100%) kini tercatat dan dapat ditelusuri dalam basis data terpusat, dibandingkan proses manual sebelumnya yang tersebar dan tidak terdokumentasi. Modul digunakan oleh 227 dari 262 karyawan target (adoption rate 86,6%), dengan penggunaan berulang pada 182 karyawan yang menunjukkan keberlanjutan pemakaian pada periode penilaian berikutnya. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi penilaian kinerja meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi tata kelola SDM di lingkungan mitra.Abstract: Edelweiss Hospital Cianjur previously relied on a manual employee performance appraisal process, making assessment slower, more vulnerable to subjectivity, and difficult to audit. This community service program aimed to implement an Enterprise Resource Planning (ERP)-based HR Appraisal Module to standardize the appraisal workflow, weighting mechanism, and documentation of results. The implementation method included needs analysis, module configuration, initial socialization and mentoring for 34 participants (employees, managers, HR staff) at Edelweiss Hospital Cianjur, and evaluation based on database logs from January 2025 to March 2026. Evaluation results show an increase in operational governance value: all 467 appraisal records (100%) are now logged and traceable in a centralized database, compared to the previously scattered and undocumented manual process. The module was used by 227 of 262 targeted employees (86.6% adoption rate), with repeat usage recorded among 182 employees, indicating sustained use in subsequent appraisal cycles. These findings indicate that digitizing performance appraisal improves accountability and the operational efficiency of HR governance at the partner institution.