Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Membatik Berbasis Motif Ukiran Rumah Tuo di Perkampungan Tradisional Rantau Panjang Febra Muyusari; Zamdani Zamdani; Jahrudin Jahrudin; Mekartinita Mekartinita; Rasmul Herdianto; Teti Ratnawulan
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6114

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan atas dasar keprihatinan terhadap kondisi motif ukiran Rumah Tuo Rantau Panjang yang semakin tergerus akibat arus globalisasi dan modernisasi, disertai minimnya regenerasi pengrajin serta belum adanya dokumentasi dan komersialisasi sistematis terhadap warisan budaya tersebut. Kegiatan bertujuan melestarikan motif ukiran Rumah Tuo melalui pelatihan membatik berbasis kearifan lokal, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membatik peserta, serta mendorong pengembangan ekonomi kreatif berkelanjutan di Kabupaten Merangin, Jambi. Pelaksanaan mengadopsi pendekatan partisipatif berbasis kompetensi melalui empat tahap, yakni administrasi, perencanaan, implementasi pelatihan selama dua hari di situs budaya Rumah Tuo, serta evaluasi formatif dan sumatif. Partisipan terdiri atas 20 orang yang merepresentasikan siswa sekolah dasar, guru, masyarakat lokal, mahasiswa, dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan terwujudnya 20 lembar kain batik tulis bermotif ukiran Rumah Tuo, tiga desain motif inovatif yang didokumentasikan secara digital, peningkatan pengetahuan peserta sebesar 72% berdasarkan pre-test dan post-test, serta terbentuknya kelompok batik "Batik Rumah Tuo" yang menjadi embrio unit usaha ekonomi kreatif berkelanjutan.
Local Culture-Based Two-Dimensional Visual Arts Learning through Batik Training at Rumah Tuo Rantau Panjang Febra Muyusari; Endang Komara; Teti Ratna Wulan
Melayu Arts and Performance Journal Vol 9, No 1 (2026): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v9i1.5497

Abstract

This study examines local culture-based two-dimensional visual arts learning through batik training at the cultural heritage site of Rumah Tuo Rantau Panjang, Merangin Regency, Jambi Province. Previous studies have discussed batik, local wisdom, and visual arts education separately; however, research that specifically positions a cultural heritage site as an authentic learning space for two-dimensional visual arts through batik training remains limited, particularly in the context of Jambi Malay culture. This study aims to describe and analyze how batik training at Rumah Tuo Rantau Panjang functions as a contextual, participatory, and culturally grounded model of visual arts learning. The research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation involving elementary school students, university students, teachers, community members, batik artisans, site managers, and local cultural figures. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings show that batik training in Rumah Tuo Rantau Panjang provides meaningful visual arts learning experiences by integrating artistic practice, cultural interpretation, and direct engagement with local heritage. Participants improved their understanding of Jambi Malay batik motifs, technical skills in batik making, visual composition, and cultural appreciation. The motifs taught, including Keluk Paku, Tampuk Manggis, Tali Ikat, Mensinding Gulung Paku, and Akar Kekait, embody philosophical values related to leadership, kinship, social boundaries, and customary traditions. This study contributes to the development of local culture-based art education by proposing cultural heritage sites as authentic learning laboratories. The novelty lies in integrating batik training, cultural site-based learning, and two-dimensional visual arts education within the specific context of Rumah Tuo Rantau Panjang.