Sarniati Nuru
Departemen Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya; Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Bajo Berbasis Ekonomi Kreatif di Desa Leppe Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Syahrun; Alias; Bainudin; Hasdairta Laniampe; Sarniati Nuru
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.205

Abstract

Masyarakat Bajo di Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe menghadapi kerentanan ekonomi akibat ketergantungan pada hasil tangkapan melaut. Kondisi ini menuntut adanya strategi pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga identitas budaya maritim. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat Bajo melalui penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan pendekatan partisipatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi sosialisasi, pelatihan penguatan ekonomi kreatif berupa pengolahan hasil laut, pelatihan pemberdayaan masyarakat dengan diversifikasi produk berbasis potensi lokal, serta pengenalan pemasaran digital menggunakan WhatsApp Business dan Facebook, dan tahap akhir berupa monitoring dan evaluasi dilaksanakan melalui observasi lapangan dan diskusi kelompok terarah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis masyarakat dalam mengolah hasil laut, munculnya kesadaran baru mengenai pentingnya pelestarian budaya maritim, serta penguatan solidaritas sosial melalui kerja kolektif. Ibu rumah tangga mulai berani memasarkan produk olahan, pemuda berinisiatif mengembangkan pemasaran digital, dan kelompok nelayan terdorong untuk memperkuat kelembagaan. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa penguatan ekonomi kreatif mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bajo sekaligus memperkuat identitas budaya maritim. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan kelembagaan agar program dapat terus berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.