Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membangun Stabilitas Emosional Anak di Era Digital: Studi Kasus pada Lingkungan Keluarga di Desa Cihaur Arip Ahmad Ripai
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.634

Abstract

Di era digital, anak-anak semakin sering menggunakan gadget, yang dapat memengaruhi stabilitas emosional mereka. Masalah seperti kecemasan, stres, dan ketergantungan pada gadget sering muncul akibat kurangnya pengawasan dan panduan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis peran orang tua dalam mengatur penggunaan gadget anak, (2) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam pengasuhan di era digital, (3) mengevaluasi dampak pola asuh terhadap stabilitas emosional anak, dan (4) memberikan rekomendasi untuk menciptakan pola asuh yang seimbang di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 10 keluarga di Desa Cihaur RT 01 RW 01 serta observasi langsung terhadap pola asuh mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan berbagai strategi, seperti membatasi waktu layar anak, memilih konten edukatif, dan mengajarkan nilai-nilai keluarga melalui aktivitas bersama. Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman tentang teknologi, dan pengaruh lingkungan sosial menjadi hambatan dalam pengasuhan. Pengawasan aktif, rutinitas harian yang terstruktur, serta komunikasi yang terbuka terbukti mendukung stabilitas emosional anak. Penelitian ini juga merekomendasikan peningkatan literasi digital orang tua melalui pelatihan, serta pengembangan pola asuh adaptif untuk menghadapi tantangan era digital.
Curriculum Construction at Salaf Ma’had Aly Islamic Boarding Schools and Its Role in Shaping Graduates’ Academic Readiness for Further Study Arip Ahmad Ripai; Ilman Nafi`'a; Muslihudin
Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum construction in Ma’had Aly faces the challenge of preserving pesantren intellectual traditions while preparing graduates for contemporary academic demands and further study. This study aims to analyze curriculum construction at the undergraduate Ma’had Aly program of Pondok Pesantren Miftahul Huda Tasikmalaya and its role in shaping graduates’ academic readiness for further study. This research employed a qualitative case study approach. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and document analysis and analyzed using an interactive qualitative analysis process. The findings reveal that curriculum construction follows a tradition-based model grounded in the Pola Dasar Miftahul Huda and the centrality of kitab turats. The curriculum combines epistemological continuity with pedagogical adaptation through the integration of salaf learning methods and contemporary academic practices. Graduates demonstrate strong readiness in Islamic disciplinary knowledge, textual and Arabic literacy, argumentation, and adab, but require further development in research methodology, academic writing, digital literacy, and academic English. The study proposes a tradition-based curriculum construction model consisting of epistemological continuity, pedagogical adaptation, competency bridging, and academic transition. The findings demonstrate that strengthening academic readiness does not require replacing pesantren traditions but complementing them with targeted contemporary academic competencies.