Transformasi digital menjadi imperatif strategis bagi perusahaan modern, dengan kecerdasan buatan (AI) sebagai katalis utama perubahan. Namun, keberhasilan adopsi AI tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan oleh kesiapan organisasional, kapabilitas absorptif, dan kualitas kepemimpinan digital, terutama dalam konteks perusahaan di negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh adopsi AI terhadap keberhasilan transformasi digital perusahaan di Indonesia, serta menguji peran mediasi kapabilitas absorptif dan kepemimpinan digital dalam hubungan tersebut. Metode: Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan 330 manajer tingkat menengah hingga senior dari lima kota besar Indonesia sebagai responden. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner 28 item berskala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4.0, dilengkapi komponen kualitatif untuk memperdalam temuan. Hasil: Seluruh konstruk memenuhi validitas konvergen dengan nilai AVE di atas 0,50 dan reliabilitas komposit yang memadai. Pengujian hipotesis mengonfirmasi bahwa adopsi AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan transformasi digital, dengan kapabilitas absorptif dan kepemimpinan digital terbukti berperan sebagai mediator yang krusial. Kesimpulan: Keberhasilan transformasi digital tidak cukup ditopang oleh adopsi teknologi AI semata, melainkan memerlukan sinergi antara kapabilitas organisasional dan kepemimpinan digital yang efektif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pemimpin perusahaan dalam merancang strategi transformasi digital yang holistik dan berkelanjutan.