Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan aplikasi Educaplay terhadap peningkatan hasil belajar IPAS Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi hasil belajar murid yang masih rendah, pembelajaran yang masih berpusat pada pendidik, serta penggunaan media yang belum mampu mendorong keterlibatan aktif murid secara optimal. Pendekatan yang dipilih adalah kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain Nonequivalent Control Group Design. Pengumpulan data menggunakan pretest dan posttest berupa 15 butir soal pilihan ganda. Sampel berjumlah 16 murid per kelas, kelas eksperimen (IV D) mendapat pembelajaran model PBL berbantuan Educaplay, sedangkan kelas kontrol (IV C) menggunakan model Direct Instruction berbantuan PPT. Hasil pretest menunjukkan kemampuan awal kedua kelas setara (rata-rata eksperimen 56,00; kontrol 55,06; sig. 0,889 > 0,05). Setelah perlakuan, rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 85,44 sedangkan kelas kontrol 75,00, dengan selisih 10,44 poin. Uji Independent Sample t-test menghasilkan nilai sig. 0,006 < 0,05. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kelas eksperimen sebesar 0,66 (66%, kategori sedang) dan kelas kontrol 0,44 (44%, kategori sedang), dengan uji hipotesis N-Gain menghasilkan nilai sig. < 0,001 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Uji Effect Size menggunakan Cohen’s d memperoleh nilai 1,055 yang masuk kategori sangat besar (d > 1,00). Dengan demikian, model PBL berbantuan aplikasi Educaplay terbukti berpengaruh positif dan sangat besar terhadap peningkatan hasil belajar IPAS ranah kognitif murid sekolah dasar.