Etik Yuliayana
Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Cinere-Depok

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di UPTD Puskesmas Cinere-Depok Periode Oktober Sampai Desember 2024 La Malihi; Lusy Pratiwi; Niati Ambarsari; Etik Yuliayana
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13571

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang sering dialami pasien geriatri akibat penurunan fungsi organ. Tingginya risiko kesalahan peresepan pada kelompok ini mendorong diperlukannya evaluasi pola peresepan obat antihipertensi di UPTD Puskesmas Cinere guna mencegah terapi irasional dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Menganalisis pola peresepan obat antihipertensi pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Cinere berdasarkan komparasi literatur primer dan sekunder. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dengan menelaah 788 resep fisik pasien geriatri rawat jalan pengguna antihipertensi periode 1 Oktober–31 Desember 2024. Data karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, diagnosis, status pembayaran) dan pola obat dianalisis secara persentase serta dibandingkan dengan standar literatur rasionalitas obat. Hasil: Mayoritas pasien adalah perempuan (70,68%), berusia 60–70 tahun (75,63%), dan menggunakan BPJS (91,37%). Antihipertensi monoterapi yang paling banyak diresepkan adalah Amlodipin/CCB (92,85%), sedangkan kombinasi terbanyak adalah Amlodipin + Captopril (CCB + ACE-I). Seluruh obat diberikan secara oral.Kesimpulan: Pola peresepan antihipertensi baik dosis tunggal maupun dosis kombinasi pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Cinere sudah sesuai dengan literatur panduan. Terapi ini dinilai efektif menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas hidup, serta meminimalkan risiko jatuh dan stres pada pasien.