Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Sebagai Upaya Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Lusy Pratiwi; La Malihi; Anna Laila
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.626

Abstract

Latar Belakang : Salah satu masalah gizi utama yang sering terjadi pada usia remaja, khususnya di Indonesia, adalah anemia defisiensi besi. Remaja, terutama putri, rentan anemia karena kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan cepat dan menstruasi, ditambah pola makan yang tidak seimbang (diet ketat/kurang zat besi). Menurut data yang dirilis oleh Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 untuk kelompok usia 15-24 tahun, menyebutkan prevalensi anemia mencapai 32%, dimana prevalensi anemia putri sebesar 27,2%. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada remaja putri usia 14-15 tahun. Metode penelitian: Metode quasi-experiment Pretest-Posttest with Control Group Design. Populasi penelitian adalah remaja putri usia 14-15 tahun di Bekasi selatan pada bulan juni 2025 berjumlah 28 orang. Teknik Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 20 orang. Instrument pengumpulan data lembar observasi. Analisa data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan uji Independent Sample T test. Hasil Penelitian: Terdapat perubahan kadar hemoglobin pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol setelah diberikan intervensi pada remaja putri. Berdasarkan uji statistic Independent Sample T test terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian sari kacang hijau terhadap kadar hemoglobin. Setelah perlakuan, nilai t diperoleh sebesar -2,293 dengan df = 18 dan nilai signifikansi 0,034 (p < 0,05). Simpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh pemberian sari kacang hijau dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri usia 14-15 tahun.
Evaluasi Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di UPTD Puskesmas Cinere-Depok Periode Oktober Sampai Desember 2024 La Malihi; Lusy Pratiwi; Niati Ambarsari; Etik Yuliayana
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13571

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular kronis yang sering dialami pasien geriatri akibat penurunan fungsi organ. Tingginya risiko kesalahan peresepan pada kelompok ini mendorong diperlukannya evaluasi pola peresepan obat antihipertensi di UPTD Puskesmas Cinere guna mencegah terapi irasional dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Menganalisis pola peresepan obat antihipertensi pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Cinere berdasarkan komparasi literatur primer dan sekunder. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dengan menelaah 788 resep fisik pasien geriatri rawat jalan pengguna antihipertensi periode 1 Oktober–31 Desember 2024. Data karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, diagnosis, status pembayaran) dan pola obat dianalisis secara persentase serta dibandingkan dengan standar literatur rasionalitas obat. Hasil: Mayoritas pasien adalah perempuan (70,68%), berusia 60–70 tahun (75,63%), dan menggunakan BPJS (91,37%). Antihipertensi monoterapi yang paling banyak diresepkan adalah Amlodipin/CCB (92,85%), sedangkan kombinasi terbanyak adalah Amlodipin + Captopril (CCB + ACE-I). Seluruh obat diberikan secara oral.Kesimpulan: Pola peresepan antihipertensi baik dosis tunggal maupun dosis kombinasi pada pasien geriatri di UPTD Puskesmas Cinere sudah sesuai dengan literatur panduan. Terapi ini dinilai efektif menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas hidup, serta meminimalkan risiko jatuh dan stres pada pasien.