This Author published in this journals
All Journal Flourishing Journal
Yolanda Alfianova Br Sembiring
Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Ruminasi terhadap Rasa Bersalah pada Relawan Bencana Banjir Sumatera Rumah Zakat Aceh Yolanda Alfianova Br Sembiring; Harri Santoso; Siti Hajar Sri Hidayati
Flourishing Journal Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i22026p398-412

Abstract

Rumination is a tendency to engage in repetitive thinking focused on negative experiences, while guilty feeling is an unpleasant emotion arising from self-evaluation related to violations of personal moral standards. In the context of disaster volunteers, both are likely to increase due to situational pressure, exposure to victims’ suffering, and the demands of rapid and complex decision-making. This study aims to investigate the influence of rumination on feelings of guilt among Rumah Zakat Aceh volunteers involved in both the emergency response and post-disaster phases. This study employed a quantitative approach with a correlational method. A total of 105 volunteers were selected using purposive sampling. The instruments used were the rumination scale and the guilt scale, and the data were analyzed using multiple regression analysis. The results showed that rumination was significantly associated with guilt and contributed 33.6% to its variance, with both variables generally falling within the moderate category. Specifically, the brooding dimension had a significant effect on guilt, contributing 28.6%, while the reflection and depression-related dimensions were not significant. These findings indicate that maladaptive rumination, particularly brooding characterized by passive and repetitive focus on negative self-aspects, plays a more dominant role in predicting guilt among disaster volunteers. Abstrak Ruminasi merupakan kecenderungan berpikir berulang yang berfokus pada pengalaman negatif, sedangkan rasa bersalah adalah emosi tidak menyenangkan yang muncul akibat evaluasi diri terhadap pelanggaran standar moral. Dalam konteks relawan bencana, kedua hal ini berpotensi meningkat akibat tekanan situasional, paparan penderitaan korban, serta tuntutan pengambilan keputusan yang cepat dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ruminasi terhadap rasa bersalah pada relawan Rumah Zakat Aceh yang terlibat dalam fase tanggap darurat dan pasca-bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 105 relawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Ruminasi dan Skala Rasa Bersalah, dengan analisis data menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruminasi berhubungan signifikan dengan rasa bersalah dan memberikan pengaruh sebesar 33,6%, sementara secara umum tingkat ruminasi dan rasa bersalah berada pada kategori sedang. Dimensi brooding berpengaruh signifikan terhadap rasa bersalah sebesar 28,6%, sedangkan dimensi reflection dan depression-related tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sehingga mengindikasikan bahwa kecenderungan berpikir pasif, berulang, dan berfokus pada aspek negatif diri memiliki peran yang lebih dominan dalam memunculkan rasa bersalah pada relawan.