This study focuses on the supply chain management of palm sugar (gula semut aren) at PT Sentra Mulia Sejahtera, located in Polohungo Village, Limboto District, Gorontalo Regency. The company faces several challenges, including limited raw material supply, dependence on traditional processing methods, and fluctuating demand, which often hinder its ability to meet customer needs consistently.The research aims to (1) describe the structure of the palm sugar supply chain, and (2) analyze the performance of supply chain management at PT Sentra Mulia Sejahtera. A descriptive qualitative approach was applied using surveys, interviews, observation, and documentation. Data were analyzed through the Supply Chain Operation Reference (SCOR) model and the Analytical Hierarchy Process (AHP), which served to evaluate supply chain performance across key dimensions. The findings reveal that the supply chain structure consists of farmers as raw material suppliers, the company as the processor, and distributors such as outlets and supermarkets that deliver the products to end consumers. Performance measurement using the SCOR framework indicated a score of 76.25%, categorized as “Good.” The company showed strong performance in reliability and responsiveness, ensuring timely delivery and maintaining product quality. Cost efficiency and asset management were also adequate. However, agility remained a limitation due to dependence on seasonal factors, transportation barriers, and farmers’ supply capacity.In conclusion, enhancing collaboration with farmers, introducing modern processing technologies, and strengthening government support in terms of training and financing are crucial to improving competitiveness and ensuring the long-term sustainability of the palm sugar supply chain in Gorontalo. Keywords: AHP; Palm Sugar; SCOR; Supply Chain Management Abstrak Penelitian ini berfokus pada pengelolaan rantai pasok gula aren (gula semut aren) di PT Sentra Mulia Sejahtera, yang berlokasi di Desa Polohungo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Perusahaan menghadapi beberapa tantangan, termasuk pasokan bahan baku yang terbatas, ketergantungan pada metode pemrosesan tradisional, dan permintaan yang berfluktuasi, yang seringkali menghambat kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur rantai pasok gula aren, dan (2) menganalisis kinerja manajemen rantai pasok di PT Sentra Mulia Sejahtera. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan menggunakan survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui model Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP), yang berfungsi untuk mengevaluasi kinerja rantai pasokan di seluruh dimensi utama. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa struktur rantai pasok terdiri dari petani sebagai pemasok bahan baku, perusahaan sebagai pengolah, dan distributor seperti gerai dan supermarket yang mengirimkan produk ke konsumen akhir. Pengukuran kinerja menggunakan kerangka kerja SCOR menunjukkan skor 76,35%, dikategorikan sebagai "Baik". Perusahaan menunjukkan kinerja yang kuat dalam aspek keandalan dan daya tanggap, dengan memastikan pengiriman tepat waktu serta menjaga kualitas produk. Efisiensi biaya dan pengelolaan aset juga berada pada tingkat yang memadai. Namun demikian, aspek kelincahan masih menjadi keterbatasan karena ketergantungan pada faktor musiman, hambatan transportasi, serta kapasitas pasokan dari petani. Sebagai kesimpulan, peningkatan kerja sama dengan petani, penerapan teknologi pengolahan modern, serta penguatan dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan dan pembiayaan sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan menjamin keberlanjutan jangka panjang rantai pasok gula aren di Gorontalo. Kata kunci: AHP; Gula Aren; SCOR; Manajemen Rantai Pasok